JP Radar Kediri – Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) generatif membuat berbagai proses pembuatan konten visual semakin mudah diakses.
Dalam pendidikan, teknologi ini juga mulai dilirik untuk membantu produksi materi pembelajaran, termasuk animasi.
AI generatif dapat digunakan untuk membantu berbagai tahap pembuatan konten, seperti mengembangkan ide, menghasilkan visual, hingga mendukung penyusunan materi.
Baca Juga: Belajar Sambil Bermain, Benarkah Efektif? Mengenal Game-Based Learning
Penelitian mengenai penerapan generative AI dalam pengajaran animasi menunjukkan teknologi tersebut berpotensi membantu pengembangan sumber belajar dan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih adaptif. Namun, penerapannya juga membawa tantangan yang perlu diperhatikan.
Bukan Sekadar Membuat Animasi
Animasi untuk pembelajaran memiliki tujuan berbeda dari animasi hiburan. Visual yang menarik belum tentu membuat materi lebih mudah dipahami.
Dalam media pembelajaran, setiap gambar, gerakan, narasi, dan informasi perlu memiliki hubungan dengan tujuan belajar.
Karena itu, sebelum menggunakan hasil AI, pendidik tetap perlu menentukan konsep yang harus dipahami siswa dan bagaimana animasi dapat membantu menjelaskannya.
Baca Juga: Mengenal Literasi Bahasa Asing untuk Generasi Muda, Bukan Sekadar Bisa Berbicara
UNESCO menekankan bahwa penggunaan generative AI dalam pendidikan perlu tetap berpusat pada manusia, termasuk memperhatikan desain pedagogis, keamanan, kesesuaian usia, serta penggunaan teknologi yang etis.
Hasil AI Tetap Perlu Diperiksa
Salah satu persoalan dalam penggunaan AI adalah hasil yang dihasilkan tidak selalu tepat. Visual maupun informasi yang dibuat AI tetap perlu diperiksa sebelum digunakan sebagai materi pembelajaran.
Dalam konteks animasi, kesalahan visual dapat menyebabkan siswa memperoleh gambaran yang keliru. Karena itu, proses penyuntingan dan pemeriksaan oleh manusia tetap penting, terutama untuk materi yang membutuhkan ketepatan seperti sains, kesehatan, atau sejarah.
Penelitian mengenai AI dalam pendidikan juga menunjukkan bahwa teknologi ini memiliki peluang sekaligus keterbatasan, sehingga penggunaannya perlu disertai pertimbangan terhadap akurasi dan konteks pembelajaran.
Baca Juga: Cara Cek Desil 1-10 Kemensos 2026, Berikut Lengkap Link dan Dokumennya
AI Sebagai Alat Bantu
Penggunaan AI dalam pembuatan animasi edukasi pada akhirnya bukan soal menggantikan peran guru atau perancang pembelajaran. AI dapat digunakan untuk membantu proses produksi, tetapi keputusan mengenai apa yang harus dipelajari, bagaimana materi disampaikan, dan apakah hasilnya sesuai dengan kebutuhan siswa tetap membutuhkan pertimbangan manusia.
Dengan demikian, animasi yang dibuat dengan bantuan AI tidak otomatis menjadi media pembelajaran yang baik. Teknologi dapat membantu proses produksi, tetapi kualitas pembelajaran tetap bergantung pada tujuan, desain, akurasi, dan cara media tersebut digunakan.
Baca Juga: Epson Catat Penjualan Kumulatif EcoTank Tembus 100 Juta Unit Secara Global
AI mungkin dapat membuat animasi menjadi lebih mudah diproduksi. Namun, dalam pendidikan, pertanyaan terpenting bukan “Seberapa cepat animasi bisa dibuat?”, melainkan “Seberapa baik animasi tersebut membantu siswa belajar?”
Editor : Mahfud