IPK Saja Tidak Cukup: Mengapa Kemampuan Komunikasi Penting bagi Mahasiswa?

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:39 WIB
Kemampuan komunikasi penting bagi mahasiswa (sumber foto web/lanarrativa)
Kemampuan komunikasi penting bagi mahasiswa (sumber foto web/lanarrativa)

JP Radar Kediri - IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif menjadi salah satu tolok ukur yang menunjukkan pencapaian akademik mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi.

Nilai yang baik dapat merepresentasikan kemampuan dalam memahami materi dan menyelesaikan tanggung jawab akademik. 

Namun, keberhasilan mahasiswa tidak hanya bergantung pada angka yang tercantum di transkrip setelah lulus, karena kehidupan profesional membutuhkan kemampuan yang lebih beragam

Dalam PKKMB Universitas Sumatera Utara (USU) 2026 yang diikuti oleh 8.360 mahasiswa baru, Rektor USU, Muryanti Amin, mengatakan bahwa kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu langkah dalam meraih keberhasilan, baik dalam karier maupun dalam penyampaian gagasan kepada orang lain.

Kemampuan akademik perlu diikuti dengan kemampuan menjelaskan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat dipahami oleh orang lain.

Komunikasi sebagai Bekal Penting Mahasiswa

Mahasiswa akan menghadapi berbagai kegiatan yang membutuhkan kemampuan komunikasi. Presentasi di kelas, berdiskusi dalam kelompok, komunikasi dengan dosen, kegiatan di organisasi, hingga penyampaian hasil penelitian membutuhkan kemampuan penyampaian gagasan secara runtut dan jelas.

Baca Juga: Pilmapres 2026: Prestasi Mahasiswa Tidak Lagi Hanya Diukur dari Nilai Akademik

Seseorang yang tidak mampu menjelaskan pengetahuannya, maka pengetahuan itu akan sulit memberikan dampak kepada orang lain.

Kemampuan komunikasi ini tidak akan muncul secara instan, sehingga harus selalu dilatih.

Pada 12 Agustus 2026, dalam pembekalan mahasiswa baru USU, mahasiswa diharapkan untuk membiasakan diri dalam penyampaian ide dan pemikiran dengan baik sekaligus menjaga kesantunan dalam berkomunikasi.

Etika dalam komunikasi juga sangat penting ketika mahasiswa perlu berinteraksi melalui media sosial maupun wadah digital lainnya.

Komunikasi dan Kesiapan Dunia Kerja

Memasuki dunia profesional, kemampuan komunikasi menjadi semakin penting bagi mahasiswa. 

Tidak hanya membutuhkan orang yang menguasai pengetahuan teknis, tetapi dunia kerja juga memerlukan orang yang mampu menyampaikan gagasan, bekerja dalam tim, menerima masukan, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

LLDIKTI Wilayah XIII mengatakan bahwa mahasiswa membutuhkan penggabungan kemampuan hard skill dan soft skill untuk menghadapi persaingan serta berbagai situasi yang lebih profesional di dunia kerja.

Kemampuan dalam komunikasi bahkan menjadi aspek penting ketika seseorang mengikuti proses rekrutmen, melakukan presentasi pekerjaan, maupun bekerja sama dengan tim.

Pada bulan Juli 2026, mahasiswa di Yogyakarta mengadakan pengembangan public speaking untuk menekankan praktik komunikasi efektif, kepercayaan diri, kemampuan menyampaikan ide secara spontan, dan membangun citra profesional sebagai modal ketika memasuki dunia kerja.

Kampus sebagai Tempat Melatih Soft Skills

Dalam hal ini, perguruan tinggi memiliki peran penting untuk memberikan ruang kepada mahasiswa sebagai wadah pengembangan kemampuan di luar akademik.

Organisasi mahasiswa, kepanitiaan, kompetisi, magang, seminar, prestasi, dan kegiatan sosial bisa menjadi wadah mahasiswa dalam belajar berkomunikasi, mendengarkan ide dan saran, bernegosiasi, menyelesaikan konflik, serta bekerja sama dengan orang yang memiliki karakter berbeda.

Baca Juga: Banyak Siswa Belum Kuasai Model Soal TKA, Kompetisi Kompetensi Akademik 2026 Hadir Menjadi Solusi

Pengalaman-pengalaman ini sangat penting karena soft skill sulit berkembang jika mahasiswa hanya memusatkan diri pada kuliah dan ujian.

Pada tahun ini, sejumlah perguruan tinggi mulai memperkuat program pengembangan keterampilan komunikasi untuk mahasiswa ketika memasuki dunia yang lebih profesional.

STIE IEU Yogyakarta mengadakan kegiatan untuk mengembangkan kemampuan public speaking mahasiswa, misalnya, menggunakan simulasi, praktik berbicara, latihan spontan, serta evaluasi secara langsung.

Menyeimbangkan Prestasi Akademik dan Soft Skills

Pembahasan tentang pentingnya komunikasi tidak menandakan bahwa IPK tidak diperlukan. Prestasi akademik tetap menunjukkan kesungguhan mahasiswa dalam menjalani pendidikan dan menguasai bidang studinya.

Namun, kemampuan teknisnya juga harus berjalan bersamaan dengan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, manajemen waktu, dan kemampuan beradaptasi agar pengetahuan yang dimiliki dapat digunakan secara efektif.

Oleh karena itu, mahasiswa seharusnya memanfaatkan masa kuliah untuk mengejar prestasi akademik bersamaan dengan mengembangkan kemampuan diri. 

IPK yang baik bisa mengawali kesempatan, sedangkan kemampuan dalam komunikasi bisa membantu mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, membangun relasi, dan bekerja sama dengan orang lain.

Dengan keseimbangan antara kemampuan akademik dan soft skill, mahasiswa akan memiliki modal yang siap untuk memasuki dunia kerja.

Penulis : Ulyatul Ula

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Editor : Shinta Nurma Ababil
mahasiswa pendidikan Prestasi akademik ipk