Pemenuhan fasilitas pendidikan bagi murid difabel terus menjadi perhatian. Pada 2026, pemerintah kembali memperkuat layanan pendidikan khusus melalui program revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan 114 SLB sebagai bagian dari skema prioritas Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026. Menurut Kemendikdasmen, sekolah-sekolah tersebut membina 164.294 murid difabel.
Program revitalisasi diarahkan untuk memperbaiki kondisi fasilitas pendidikan khusus yang mengalami kerusakan maupun keterbatasan sarana penunjang.
Perbaikan tidak hanya berkaitan dengan kondisi bangunan, tetapi juga ruang belajar yang dapat mendukung kebutuhan murid selama mengikuti pembelajaran.
Salah satu sekolah yang menjadi bagian dari program tersebut adalah SLB Tunas Bhakti di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum mendapatkan revitalisasi, sekolah tersebut menghadapi sejumlah kendala seperti atap ruang kelas yang bocor ketika hujan serta terbatasnya ruang untuk kegiatan keterampilan.
Baca Juga: Full Gaspol di Awal Agustus, MAXi Yamaha Day kembali Tebar Keseruan di Sumatera Selata
Revitalisasi di sekolah tersebut mencakup perbaikan enam ruang kelas, pembangunan ruang keterampilan tata boga, pembenahan area aktivitas luar ruang, hingga perbaikan kondisi gedung.
Penataan fasilitas dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan sesuai dengan kebutuhan murid.
Dukungan terhadap pendidikan khusus juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi. Kemendikdasmen menyebut sekolah dalam program tersebut turut dilengkapi Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) sebagai perangkat pendukung pembelajaran.
Baca Juga: Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp1-5 Juta, Cek Cara Ajukannya
Selain fasilitas, kesiapan tenaga pendidik turut menjadi perhatian. Lebih dari 1.500 guru pendidikan inklusif mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk membantu memperkuat kualitas proses pembelajaran.
Pendidikan bagi murid difabel tidak hanya berkaitan dengan tersedianya sekolah. Lingkungan belajar, fasilitas yang sesuai, teknologi pendukung, serta kesiapan tenaga pendidik turut menentukan kesempatan murid dalam memperoleh pembelajaran yang layak.
Baca Juga: Kuliah Sambil Bekerja: Membuka Akses Pendidikan Tinggi bagi Para Pekerja
Revitalisasi SLB menjadi salah satu langkah untuk memperkuat akses tersebut. Dengan fasilitas yang lebih sesuai dan dukungan pembelajaran yang memadai, sekolah diharapkan mampu memberikan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan setiap murid.
Editor : Mahfud
Sumber : kemendikdasmen