Kesenjangan Lulusan dan Kebutuhan Industri Masih Lebar, Kampus Perkuat Kurikulum ERP dan Teknologi Digital

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:44 WIB
How a College ERP System Streamlines Campus Operations? (pinterest)
How a College ERP System Streamlines Campus Operations? (pinterest)

JP Radar Kediri – Masalah lama di pendidikan tinggi kembali mencuat: lulusan terus bertambah, tetapi industri masih kesulitan menemukan talenta yang benar-benar siap kerja.

Di tengah percepatan transformasi digital, gap antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia usaha belum juga tertutup.

Baca Juga: Wargan Kediri Waspada Angin Kencang! Begini Prediksi BMKG pada 10-11 Agustus 2026

Kondisi itu memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar: Apakah kampus selama ini sudah benar-benar mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan industri, atau masih terlalu jauh bertumpu pada teori?

Jawaban sebagian perguruan tinggi tampaknya mulai bergeser ke arah penguatan kurikulum berbasis teknologi digital dan sistem kerja nyata.

Salah satu langkah yang disorot adalah penguatan pembelajaran Enterprise Resource Planning (ERP).

School of Information Systems BINUS University, misalnya, mengintegrasikan teknologi industri dalam proses belajar, melibatkan mahasiswa dalam proyek yang menyelesaikan persoalan nyata dunia usaha, hingga memanfaatkan SAP Learning Hub sebagai bagian dari pembelajaran.

Baca Juga: Aktivitas Gunung Kelud Kediri Tercatat Empat Kali Gempa Tektonik Jauh, Begini Penjelasan Ahli

Upaya itu kemudian memperoleh pengakuan dalam SAP Academic Community Conference APAC 2026. Pengakuan tersebut bukan semata soal penghargaan, tetapi juga pada penerapan kurikulum yang mengacu ke standar industri, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi aktif dengan sektor teknologi.

BINUS juga mendapat apresiasi atas implementasi kurikulum ERP sesuai standar SAP University Alliances Portfolio, pencapaian mahasiswa dalam kompetisi, serta kontribusi mereka dalam pengembangan proyek, pembuatan Proof of Concept, dan kolaborasi dengan mitra industri.

Dekan School of Information Systems BINUS University, Dr. Rudy, menyebut capaian itu sebagai hasil penyelarasan berkelanjutan antara pendidikan tinggi, perkembangan teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.

Menurut dia, sinergi pengajaran, riset, dan inovasi bersama mitra industri menjadi kunci untuk menyiapkan lulusan yang siap memimpin di era digital.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa persoalan utama bukan lagi sekadar menambah jumlah lulusan, melainkan memastikan isi kuliah benar-benar menjawab kebutuhan lapangan.

Tanpa kerja sama yang lebih rapat antara kampus dan industri, kesenjangan kompetensi berisiko terus berulang.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari 9 Agustus 2026 Naik Rekor dalam Sepekan, Cek Rinciannya Sekarang

Nama: Isna Febriani Nur Habibah

Universitas Negeri Surabaya

Editor : Shinta Nurma Ababil
kebutuhan industri teknologi digital pendidikan tinggi kurikulum