JP Radar Kediri - Pendidikan tinggi selama ini sering disebut sebagai mahasiswa yang secara penuh mengikuti perkuliahan setelah menyelesaikan sekolah menengah.
Padahal, banyak orang yang bekerja juga memiliki mimpi untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kemampuan profesionalnya.
Kekurangan waktu, jadwal kerja, serta tuntutan ekonomi membuat sistem perkuliahan tidak mudah diikuti oleh mereka yang lebih dulu bekerja.
Diketahui, kondisi inilah yang menunjukkan betapa pentingnya pendidikan tinggi yang lebih adaptif sehingga masyarakat bisa dengan mudah mengakses apa pun latar belakangnya.
Peluang pekerja untuk kembali belajar juga berkaitan dengan konsep pendidikan sepanjang hayat. Peralihan dunia kerja mengharuskan seseorang untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya, sehingga metode belajar tidak berhenti setelah memasuki dunia kerja.
Pendidikan tinggi yang adaptif bisa memberikan peluang kepada pekerja agar dapat meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan pekerjaan sepenuhnya karena itu adalah sumber penghasilannya.
Pemerintah juga menyokong agar akses pendidikan tinggi tidak hanya dirasakan oleh mereka yang secara langsung mengikuti perkuliahan.
Membuka Kesempatan Kuliah bagi Pekerja
Usaha untuk memperluas akses ini dilihat melalui penandatanganan nota kesepahaman pada 10 Agustus 2026 antara Universitas Terbuka dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.
Kerja sama ini meliputi Tridharma Perguruan Tinggi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penilaian Kemdikstisaintek tentang kerja sama ini bisa membuka peluang yang lebih besar bagi pekerja untuk menempuh pendidikan tinggi sambil tetap menjalankan pekerjaannya.
Bagi pekerja, peluang untuk melanjutkan pendidikan tidak berarti hanya ajang perolehan gelar akademik. Pendidikan bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan.
Selain itu, dengan adanya pendidikan, pekerja bisa menambah wawasannya, serta mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan kebutuhan di bidang industri atau pekerjaannya.
Kemdiktisaintek berkata, peningkatan kapasitas pekerja melalui pendidikan juga berpotensi memberikan manfaat kepada perusahaan atau industri tempat mereka bekerja.
Fleksibilitas Pembelajaran dan RPL
Fleksibilitas pembelajaran merupakan salah satu hal yang dapat membantu dalam pekerjaan mengikuti pendidikan tinggi. Materi yang bisa diakses melalui perangkat digital memungkinkan mahasiswa memanfaatkan waktu di luar jam kerja untuk belajar.
Di dalam kerja sama UT dan KSPSI, ciri pendidikan UT yang lebih fleksibel juga memungkinkan pekerja melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaannya.
Terdapat mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) selain pembelajaran fleksibel. RPL memberikan legalitas atas hasil pengalaman kerja serta pendidikan formal maupun nonformal, sehingga memudahkan seseorang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
Pengakuan ini bisa memberikan bentuk satuan kredit semester sesuai dengan hasil asesmen dan ketentuan program studi.
Dengan demikian, pekerja yang sudah memiliki kompetensi yang sesuai tidak selalu harus mempelajari kembali materi dari awal secara keseluruhan.
Manfaat dan Tantangan Kuliah Sambil Bekerja
Kuliah sambil bekerja bisa memberikan manfaat bagi pengembangan individu maupun pengembangan profesional. Pekerja bisa membawa pengalaman dari tempat kerja ke dalam kegiatan akademik, bersamaan dengan penerapan pengetahuan yang didapatkan dari kampus.
Pemerintah juga memosisikan RPL sebagai salah satu kebijakan strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkokoh relevansi lulusan dengan dunia kerja.
Namun, menjalani pekerjaan dengan perkuliahan tetap memiliki tantangan tersendiri. Pekerja harus mampu membagi waktu antara pekerjaan, perkuliahan, tugas, keluarga, serta waktu istirahat.
Oleh karena itu, adaptasi sistem pembelajaran perlu diikuti oleh kedisiplinan mahasiswa serta dukungan dari perguruan tinggi dan lingkungan kerja.
Kemudahan akses teknologi akan membantu, tetapi keberhasilan dalam studi tetap membutuhkan kapasitas kemampuan dalam mengatur waktu dan menjaga konsistensi belajar.
Pendidikan Sepanjang Hayat bagi Pekerja
Peluang untuk berkuliah bagi pekerja membuktikan bahwa pendidikan tinggi sangat diperlukan untuk menuju sistem yang terbuka dan tidak terbatas pada kelompok usia belajar tertentu.
Pengalaman dan kompetensi yang telah diperoleh seseorang selama bekerja bisa menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya.
Pemerintah sendiri menyokong perluasan peluang untuk berkuliah sambil bekerja sehingga lebih banyak pekerja di berbagai wilayah Indonesia dapat memperoleh akses ke pendidikan tinggi.
Diharapkan ke depannya, pendidikan tinggi diperluas bagi pekerja dan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan, organisasi pekerja, dan mahasiswa.
Sistem pembelajaran adaptif serta pelaksanaan RPL yang transparan dan berkualitas dapat menjadi bagian penting dari usaha tersebut.
Jika akses semakin terbuka, berkuliah sambil bekerja bukanlah pilihan yang sulit dicapai, tetapi bisa dikembangkan menjadi salah satu jalan bagi masyarakat untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi dan memperkokoh daya saing di dunia kerja
Penulis : Ulyatul Ula
Universitas Nusantara PGRI Kediri
Editor : Shinta Nurma Ababil