Movevision, Inovasi Mahasiswa ULM Bantu Siswa Tunanetra Aktif Berolahraga

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Alexander Dwiky Hermawan Raih Juara Harapan II kategori Disabilitas pada PILMAPRES Nasional 2026 lewat Gagasan “Movevision” (ulm.ac.id)
Alexander Dwiky Hermawan Raih Juara Harapan II kategori Disabilitas pada PILMAPRES Nasional 2026 lewat Gagasan “Movevision” (ulm.ac.id)

JP Radar Kediri – Keterbatasan penglihatan tidak harus menghalangi siswa tunanetra untuk ikut serta dalam pembelajaran olahraga, bukan hanya menjadi penonton.

Karena masalah tersebut, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bernama Alexander Dwiky Hermawan menciptakan Movevision, sebuah teknologi bantuan yang dirancang untuk membantu siswa tunanetra dalam menjalani pendidikan jasmani secara lebih aktif dan mandiri.

Gagasan itu membawa Alexander meraih peringkat kedua harapan di kategori disabilitas dalam pemilihan mahasiswa berprestasi nasional tahun 2026. Ajang tersebut diadakan di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Banten, pada tanggal 4-8 Agustus 2026.

Baca Juga: Ramai soal Rumah Kontrakan Kena Pajak Mulai 2027, DJP: Belum Ada Rencana Khusus

Baca Juga: Maknai Kemerdekaan Indonesia, Danantara Melalui BRILink Agen Hadir Membuka Akses dan Menggerakkan Ekonomi hingga Pelosok Negeri​

Movevision adalah teknologi bantuan yang bisa digunakan di berbagai platform dan bekerja dengan mengenali gerakan, serta terhubung ke berbagai perangkat seperti aplikasi ponsel, jam cerdas, dan earphone.

Sistem ini dibuat supaya siswa tuna netra bisa mengikuti instruksi gerakan saat berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.

Alexander mengatakan, ide itu muncul karena masih terbatasnya kesempatan bagi siswa tuna netra untuk terlibat aktif dalam pembelajaran olahraga di sekolah.

Baca Juga: Google Pixel 11 Meluncur 12 Agustus, Ini Bocoran 4 Varian Lengkap dengan Harga dan Fiturnya

Dalam situasi tersebut, sebagian siswa tunanetra hanya berada di pinggir lapangan saat kegiatan olahraga berlangsung.

Sebelumnya, teman-teman netra hanya berperan sebagai penonton yang duduk di sebelah lapangan saat mengikuti pelajaran olahraga.

"Namun dengan Movevision, mereka bisa bergerak menggunakan petunjuk yang terhubung ke aplikasi mobile, smart watch, dan earphone," ujar Alexander.

Dengan menggunakan teknologi tersebut, para siswa tunanetra diharapkan bisa lebih mandiri dalam mengikuti kegiatan olahraga.

Movevision tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga berusaha memberikan akses pendidikan yang lebih adil bagi siswa yang memiliki disabilitas.

Gagasan Movevision juga terkait dengan tiga tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu tujuan ketiga yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan, tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas, serta tujuan kesepuluh yang fokus pada pengurangan kesenjangan.

Baca Juga: Cek Harga Terbaru Pertamax di Kediri dan Jawa Timur Hari Ini 11 Agustus 2026

Prestasi Alexander juga menunjukkan bahwa teknologi inovatif bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang inklusif.

Melalui Movevision, teknologi digunakan bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai cara untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi siswa tunanetra untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembelajaran.

Artikel ini diperkaya oleh : Isna Febriani Nur Habibah, mahasiswa magang dari Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mahfud
Universitas Lambung Mangkurat ULM mahasiswa disabilitas Inovasi