JP Radar Kediri - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka pendaftaran beasiswa pendidikan kedokteran di International University of Health and Welfare (IUHW), Jepang. Pendaftaran berlangsung sampai 25 Agustus 2026 melalui portal SIBK Kemenkes.
Beasiswa ini terbuka untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih aktif sebagai mahasiswa kedokteran pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027. Mahasiswa tahun pertama dan kedua menjadi peserta yang lebih diutamakan.
Program ini dibiayai oleh IUHW Jepang. Penerima akan mendapat bantuan biaya pendidikan selama enam tahun serta sejumlah fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar selama di Jepang.
Baca Juga: Mahasiswa Disabilitas Rungu Unesa Raih Dua Prestasi Nasional, Usung Ekonomi Inklusif dan Budaya
Syarat Beasiswa Kedokteran IUHW 2026
Calon peserta perlu memenuhi sejumlah persyaratan utama berikut:
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Mahasiswa kedokteran aktif semester gasal 2026/2027.
- Diutamakan mahasiswa tahun pertama dan kedua.
- Memiliki prestasi akademik yang baik.
- Mendapat rekomendasi dari perguruan tinggi asal.
- Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai.
Biaya Kuliah 6 Tahun hingga Uang Saku
Penerima mendapatkan dukungan biaya pendidikan yang mencakup biaya pendaftaran, biaya akademik selama enam tahun, laboratorium, hingga materi pembelajaran senilai maksimal ¥300.000 per tahun.
Selain biaya pendidikan, penerima juga memperoleh fasilitas berupa:
- Kamar pribadi di Narita International House.
- Makan dua kali sehari.
- Uang saku sekitar ¥40.000 hingga ¥80.000 per bulan.
- Pelatihan bahasa Jepang sekitar empat hingga enam bulan.
- Dukungan pendidikan dan pelatihan selama mengikuti program.
Baca Juga: TikTok Kini Bisa Dipakai Buat Telpon-Telponan, Ini Deretan Fitur Barunya
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Calon peserta juga perlu menyiapkan dokumen pendaftaran, antara lain:
- Application Form IUHW yang telah diisi.
- Rapor SMA semester 1–6 beserta terjemahan.
- Ijazah SMA beserta terjemahan.
- Paspor.
- Rekomendasi dari perguruan tinggi asal.
- Dokumen hasil seleksi penerimaan mahasiswa dari kampus asal.
- Transkrip atau catatan capaian akademik.
- Informasi mengenai peringkat akademik mahasiswa.
- Penjelasan dari perguruan tinggi mengenai proses pemilihan mahasiswa yang direkomendasikan.
Rapor dan ijazah perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris atau bahasa Jepang.
Baca Juga: Persedikab dan Inter Kediri Susun Ulang Program Latihan
Bagi mahasiswa yang tidak termasuk 20 besar di angkatannya, perguruan tinggi asal juga perlu memberikan penjelasan mengenai alasan mahasiswa tersebut tetap direkomendasikan mengikuti program.
Jadwal Seleksi
Berikut tahapan seleksi yang tercantum dalam informasi program:
Pendaftaran online: sampai 25 Agustus 2026
Seleksi administrasi oleh IUHW: 26–31 Agustus 2026
Tes tertulis: minggu kedua hingga ketiga September 2026
Wawancara: minggu kedua hingga ketiga September 2026,
Tes tertulis berbasis EJU (Examination for Japanese University Admission for International Students) dengan materi matematika, sains, dan bahasa Inggris.
Baca Juga: KPK Panggil Ulang Rudy Tanoe sebagai Saksi Kasus Korupsi Bansos Beras Kemensos
Tes tertulis dan wawancara dijadwalkan berlangsung di Jakarta. Berdasarkan materi program, Kemenkes menyediakan fasilitas akomodasi di Jakarta untuk proses tersebut.
Untuk hasil akhir, calon peserta diminta mengikuti informasi resmi dan email masing-masing kandidat selama proses seleksi.
Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi Sistem Informasi Beasiswa Kementerian Kesehatan (SIBK) sibk.kemkes.go.id
Baca Juga: Buru Kemenangan di Negeri Jiran, Jalani Kompetisi Di Malaysia, Ini yang Akan Dilakukan Persik
Calon peserta disarankan menyiapkan dokumen sejak awal, terutama surat rekomendasi kampus serta dokumen yang membutuhkan terjemahan, karena batas pendaftaran jatuh pada 25 Agustus 2026.
Bagi mahasiswa kedokteran yang masih berada di awal masa studi, program ini menawarkan kesempatan menempuh pendidikan kedokteran di Jepang dengan dukungan biaya kuliah, tempat tinggal, makan, pelatihan bahasa, hingga uang saku bulanan.
Oleh: Hendri Muhrozikin
Universitas Nusantara PGRI Kediri