Mahasiswa Disabilitas Rungu Unesa Raih Dua Prestasi Nasional, Usung Ekonomi Inklusif dan Budaya

Isna Febriani Nur Habibah • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:35 WIB
Mahasiswa Disabilitas Unesa Raih Penghargaan Nasional lewat Gagasan Ekonomi Inklusif dan Parade Budaya (unesa.ac.id)
Mahasiswa Disabilitas Unesa Raih Penghargaan Nasional lewat Gagasan Ekonomi Inklusif dan Parade Budaya (unesa.ac.id)

JP Radar Kediri – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Mochammad Fadillah Akbar, meraih dua prestasi nasional sekaligus.

Mahasiswa penyandang disabilitas rungu itu berhasil menjadi Juara 3 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional kategori Disabilitas dan Juara 1 Parade Busana Kebudayaan Indonesia.

Dua kompetisi tersebut berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, pada 4–7 Agustus 2026. Dalam ajang tersebut, Akbar menunjukkan kemampuan di bidang inovasi sekaligus seni dan budaya.

Baca Juga: Kuliah Bukan Hanya untuk Mendapat Gelar: Seberapa Penting Pengalaman dan Kompetensi bagi Mahasiswa?

Pada Pilmapres Nasional, Akbar membawa gagasan INCO-HUB (Inclusive Coffee & Skill Hub). Gagasan tersebut berfokus pada pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas rungu melalui pelatihan inklusif, praktik kerja nyata, hingga penempatan kerja dalam ekosistem UMKM kopi.

Selain mempresentasikan gagasannya, Akbar juga menunjukkan 10 capaian unggulan serta kemampuan dalam public speaking, kepemimpinan, kewirausahaan, kompetisi, dan pengembangan inovasi yang berorientasi pada dampak sosial. Dalam prosesnya, ia mendapat bimbingan dari Acep Ovel Novari Beny dari PUI Disabilitas Unesa.

Baca Juga: Suhu Panas, Produktivitas Unggas Anjlok Peternak dengan Kandang Tipe Close House Tak Terlalu Terpengaruh  

Sementara itu, pada Parade Busana Kebudayaan Indonesia, Akbar bersama tim mengangkat keberagaman budaya Indonesia. Mereka memadukan unsur busana adat Bali, Palembang, dan Jawa dengan tarian daerah.

Penampilan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan mengenai keberagaman dan persatuan.

Akbar mengatakan, kemenangan tersebut memberinya pemahaman bahwa keberagaman budaya dapat menjadi kekuatan untuk membangun persatuan.

Baca Juga: Fitur Canggih Honor Robot Phone yang Meluncur Hari Ini

Bagi Akbar, dua kompetisi tersebut memberikan pengalaman yang berbeda. Prestasi yang diraih tidak hanya berkaitan dengan penghargaan, tetapi juga proses persiapan, pembelajaran, serta keberanian untuk tampil dan memberikan kemampuan terbaik di tingkat nasional.

Tantangan komunikasi sebagai mahasiswa penyandang disabilitas rungu juga menjadi bagian dari proses yang harus dihadapinya.

Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi Akbar untuk mempersiapkan diri dan mengikuti kompetisi secara optimal.

“Saya menjadikannya sebagai motivasi untuk menunjukkan bahwa dengan persiapan, strategi, dan kepercayaan diri, saya tetap mampu berkompetisi dan memberikan yang terbaik di tingkat nasional,” kata Akbar.

Kepala Seksi Minat, Bakat, Kompetensi, dan Penalaran Unesa, Noor Rohmah Mayasari, menilai capaian tersebut menjadi prestasi penting bagi kampus. Terlebih, kedua kompetisi tersebut baru pertama kali diselenggarakan tahun ini.

Baca Juga: Anton Sujarwo, dari Rumah Tuanya dia Ajak Gen-Z Lestarikan Sejarah dan Budaya Bukan Soal Klenik tapi Eman Bila Tak Dirawat

Menurutnya, pencapaian Akbar turut memperkuat posisi Unesa dalam mengembangkan potensi mahasiswa, khususnya di bidang disabilitas dan seni.

Karena itu, pembinaan mahasiswa berprestasi dinilai perlu dilakukan sejak awal perkuliahan melalui pemetaan potensi dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

Akbar pun mendorong mahasiswa penyandang disabilitas untuk tidak membatasi diri karena kondisi yang dimiliki. Menurutnya, kesempatan untuk berkompetisi perlu dimanfaatkan dengan mengenali potensi, berani mencoba, dan terus mengembangkan kemampuan.

Baca Juga: Rumput Stadion GDJ Mengering, Ada Apa? Pemkab Kediri Targetkan September Sudah Hijau Lagi

Ia menilai prestasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Keberanian untuk memulai, konsistensi dalam mengembangkan diri, serta keinginan memberikan manfaat bagi orang lain dapat menjadi langkah awal untuk meraih prestasi.

Editor : Mahfud
Sumber : unesa.ac.id, jawapos.com
Universitas Negeri Surabaya prestasi disabilitas