JP Radar Kediri - Lebih dari 150 ribu pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT 2026. Namun, lolos masuk perguruan tinggi belum otomatis membuat mereka ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, sebanyak 64.471 pendaftar KIP Kuliah lolos SNBP dan 86.118 pendaftar lolos SNBT. Jika digabungkan, jumlahnya mencapai 150.589 peserta.
Baca Juga: Google Pixel 11 Meluncur 12 Agustus, Ini Bocoran 4 Varian Lengkap dengan Harga dan Fiturnya
72 Ribu Lebih Masuk Kelompok yang Memenuhi Kriteria Awal
Dari 64.471 pendaftar KIP Kuliah yang lolos melalui jalur SNBP, sebanyak 33.045 orang pada tahap awal tercatat memenuhi syarat sebagai calon penerima. Mereka masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 4.
Sementara itu, melalui jalur SNBT, sebanyak 86.118 pendaftar KIP Kuliah dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, 39.662 orang tercatat memenuhi syarat KIP Kuliah, sedangkan 46.456 lainnya belum memenuhi ketentuan yang ditetapkan pada tahap tersebut.
Jika digabungkan, jumlah peserta dari jalur SNBP dan SNBT yang tercatat memenuhi syarat awal KIP Kuliah mencapai 72.707 orang.
Baca Juga: Cek Harga Terbaru Pertamax di Kediri dan Jawa Timur Hari Ini 11 Agustus 2026
Namun, jumlah tersebut belum bisa disebut sebagai penerima KIP Kuliah 2026 secara resmi. Calon penerima masih harus melakukan daftar ulang dan menjalani pemeriksaan data serta kondisi ekonomi oleh perguruan tinggi sebelum ditetapkan sebagai penerima.
Lolos Seleksi Belum Berarti Otomatis Menerima KIP Kuliah
Kampus akan memeriksa kondisi ekonomi calon penerima KIP Kuliah setelah proses daftar ulang. Jika dinilai memenuhi syarat, nama calon penerima kemudian diajukan ke PPAPT Kemdiktisaintek untuk ditetapkan.
Baca Juga: Angin Kencang Mengintai Kediri Raya hingga 12 Agustus, BMKG Minta Warga Waspada
KIP Kuliah diprioritaskan bagi calon mahasiswa dari keluarga yang tercatat dalam DTSEN desil 1–4, pemegang KIP, serta mereka yang berasal dari panti sosial atau panti asuhan. Calon mahasiswa di luar kelompok tersebut tetap bisa mendaftar dengan memenuhi syarat pendapatan orang tua atau wali dan menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu.
Karena itu, selisih antara jumlah pendaftar KIP Kuliah yang lolos seleksi dan yang memenuhi syarat awal tidak otomatis menunjukkan jumlah peserta yang gagal mendapat bantuan. Status penerima baru dipastikan setelah proses pemeriksaan oleh kampus selesai.
Pemerintah Cari Peserta yang Lolos tetapi Tidak Daftar Ulang
Pemerintah masih mendata peserta SNBP dan SNBT 2026 yang telah dinyatakan lulus, tetapi tidak melakukan daftar ulang di perguruan tinggi.
Melalui laman resmi KIP Kuliah, PPAPT meminta peserta tersebut mengisi survei sebagai bahan evaluasi program.
Hingga kini, belum ada data nasional terbaru mengenai jumlah pendaftar KIP Kuliah 2026 yang batal daftar ulang maupun alasan mereka tidak melanjutkan kuliah.
Penetapan Penerima KIP Kuliah 2026 Masih Berjalan
Pendaftaran KIP Kuliah 2026 masih dibuka hingga 31 Oktober, termasuk untuk jalur mandiri PTN dan PTS. Karena itu, jumlah penerima baru masih dapat bertambah.
Angka 150.589 peserta yang lolos SNBP dan SNBT belum menggambarkan seluruh penerima KIP Kuliah 2026 karena proses seleksi dan verifikasi masih berjalan.
Penerima KIP Kuliah mendapat pembebasan biaya pendidikan serta bantuan biaya hidup Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan, sesuai wilayah tempat kuliah.
Baca Juga: Liputan Khusus! Ketika Kursi-Kursi Perangkat Desa di Kediri Banyak yang Kosong, Apa Penyebabnya? (2)
Lebih dari 150 ribu pendaftar KIP Kuliah telah lolos SNBP dan SNBT 2026. Namun, jumlah yang akhirnya resmi menerima bantuan masih bergantung pada proses daftar ulang dan pemeriksaan oleh perguruan tinggi.
Jumlah penerima akhir akan menunjukkan seberapa banyak calon mahasiswa kurang mampu yang benar-benar bisa melanjutkan kuliah dengan bantuan KIP Kuliah.
Oleh: Hendri Muhrozikin
Universitas Nusantara PGRI Kediri