JP Radar Kediri - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai memengaruhi arah pendidikan tinggi di Indonesia. Sejumlah perguruan tinggi kini mulai mengembangkan AI sebagai program pendidikan khusus, tidak lagi hanya menjadi bagian dari mata kuliah ilmu komputer.
Perubahan tersebut sejalan dengan semakin luasnya pemanfaatan AI di berbagai sektor. Teknologi ini telah digunakan dalam bidang keuangan, kesehatan, manufaktur, pendidikan, hukum, komunikasi, hingga industri kreatif.
Perkembangan generative AI, AI Agent, dan teknologi otomatisasi juga turut membuka peluang profesi baru. Kebutuhan terhadap tenaga seperti AI Engineer, Machine Learning Engineer, AI Product Specialist, hingga AI Consultant pun semakin berkembang.
Kondisi tersebut membuat pendidikan AI tidak cukup jika hanya berfokus pada kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Mahasiswa juga perlu memahami prinsip kerja AI, mengevaluasi hasil yang dihasilkan sistem, mengembangkan solusi berbasis teknologi, serta memahami aspek etika dalam penerapannya.
Baca Juga: Heboh Rekrutmen CPNS Kementerian Imigrasi Periode 20 Juli-28 Agustus 2026, KOMDIGI Pastikan Hoaks!
Baca Juga: Gunung Bromo Ditutup Sampai Kapan? Wisatawan Wajib Tahu Imbas Kebakaran Lahan
Perguruan tinggi turut menghadapi tantangan dalam menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri yang berubah dengan cepat. Selain kemampuan teknis, mahasiswa perlu dibekali keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi lintas disiplin, serta pengalaman menghadapi permasalahan nyata di dunia kerja.
Salah satu perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan khusus di bidang tersebut adalah Binus University. Kampus itu memperluas Program Artificial Intelligence ke sejumlah lokasi sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi.
Rektor Binus University, Nelly, menjelaskan bahwa perluasan program tersebut ditujukan untuk membuka kesempatan yang lebih besar bagi generasi muda Indonesia dalam mempelajari teknologi masa depan. Penguasaan AI diharapkan dapat mendorong mahasiswa menjadi inovator yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program Artificial Intelligence tersebut memiliki cakupan pembelajaran yang beragam. Kurikulumnya meliputi matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, Internet of Things (IoT), hingga robotika.
Baca Juga: Wargan Kediri Waspada Angin Kencang! Begini Prediksi BMKG pada 10-11 Agustus 2026
Selain kemampuan teknis, mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai etika AI, komunikasi, dan bisnis. Proses pembelajaran turut dilengkapi dengan proyek serta kolaborasi bersama industri agar mahasiswa dapat memahami penerapan teknologi dalam situasi nyata.
Dekan School of Computer Science Binus University, Derwin Suhartono, menilai cara pandang terhadap AI perlu mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Menurutnya, tantangan bagi generasi muda bukan hanya mengenai kemungkinan pekerjaan manusia tergantikan oleh AI, tetapi juga kesiapan mereka untuk bekerja berdampingan dengan teknologi tersebut.
Derwin juga menilai kemampuan menggunakan berbagai perangkat AI saja belum memadai. Mahasiswa perlu memahami bagaimana teknologi tersebut bekerja, mampu menilai hasil yang diberikan, mengembangkan solusi berbasis AI, serta menggunakannya secara bertanggung jawab sesuai kebutuhan masyarakat dan industri.
Kehadiran program pendidikan khusus AI menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan mulai membawa perubahan dalam pendidikan tinggi Indonesia. Bagi calon mahasiswa, bidang tersebut menjadi salah satu pilihan untuk mempelajari teknologi yang semakin relevan dengan perkembangan dunia kerja dan ekonomi digital.
Artikel ditulis oleh : Mifta Dwi Saifin Nisa, mahasiswa magang dari Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mahfud