Hadapi Disrupsi AI, Pendidikan Berbasis Keterampilan Jadi Kunci

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Students who use digital devices in class
Students who use digital devices in class 'perform worse in exams' (pinterest)

JP Radar Kediri – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital mendorong dunia pendidikan untuk beradaptasi lebih cepat.

Sistem pembelajaran dinilai tidak lagi cukup berfokus pada aspek akademik semata, tetapi harus mengedepankan penguatan keterampilan (skill) yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Baca Juga: PB PGRI Tolak Kubu-Kubuan Guru, Tegaskan Satu Barisan Perjuangkan Kesejahteraan

Perubahan tersebut semakin mendesak seiring meningkatnya adopsi teknologi di berbagai sektor. Laporan World Economic Forum memperkirakan sekitar 86 persen bisnis akan terdampak oleh AI, memicu terciptanya jutaan pekerjaan baru sekaligus menggantikan sejumlah peran lama.

Kondisi ini menuntut generasi muda memiliki kemampuan yang tidak mudah tergantikan mesin, seperti berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi.

Namun, tantangan masih terlihat pada capaian siswa di Indonesia. Dalam studi PISA 2022, hanya sekitar 5 persen siswa yang mampu mencapai tingkat tinggi dalam kemampuan berpikir kreatif, jauh di bawah rata-rata negara maju.

Menjawab tantangan tersebut, pendekatan pendidikan berbasis keterampilan mulai didorong sebagai strategi utama.

Model ini tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga kemampuan aplikatif yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata maupun dunia kerja.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 7 Agustus 2026 Turun Rp29.000 per Gram Usai Naik Tajam, Cek Rinciannya Disini

Sejumlah institusi pendidikan mulai mengarahkan kurikulum pada pengembangan keterampilan masa depan (future skills), termasuk literasi digital, kolaborasi, serta pemecahan masalah.

Pendekatan ini dinilai lebih relevan dalam menghadapi perubahan cepat akibat disrupsi teknologi. Di sisi lain, peran guru tetap menjadi faktor penting dalam proses transformasi tersebut.

Tenaga pendidik dituntut mampu beradaptasi dengan teknologi sekaligus membimbing siswa agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami dan mengelola teknologi secara bijak.

Penguatan sistem pendidikan berbasis keterampilan diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi dinamika global.

Baca Juga: Warga Kediri Tunggu Pembukaan CPNS 2026? Ini penjelasan resmi BKN!

Dengan pendekatan tersebut, pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan berpengetahuan, tetapi juga individu yang adaptif, kreatif, dan kompetitif di era AI.

Nama: Isna Febriani Nur Habibah

Universitas Negeri Surabaya

Editor : Shinta Nurma Ababil
Pendidikan Keterampilan Disrupsi AI Transformasi Digita