JP Radar Kediri – Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka program aksara mahasiswa 2026 untuk mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan di masyarakat.
Program ini dijalankan oleh organisasi mahasiswa di kampus dengan bimbingan dosen serta bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat.
Aksara adalah singkatan dari Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa. Program ini bertujuan mendorong mahasiswa turun langsung ke masyarakat dan membantu menyelesaikan berbagai masalah yang ada.
Baca Juga: Bersama BRI, Petani Kopi Asal Batang Sajikan Racikan Produk hingga Jangkau Pasar Dunia
Program ini ditujukan bagi masyarakat di daerah tertinggal, rawan bencana, dan memiliki tingkat kemiskinan tinggi. Mahasiswa dan dosen akan membantu mencari solusi untuk masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan sesuai kebutuhan masyarakat.
Terdiri atas dua skema
Program Aksara Mahasiswa 2026 memiliki dua jenis kegiatan. Pertama, Aksara Peduli, yang berfokus pada masalah pangan, energi, kesehatan, usaha kreatif, lingkungan, kelautan, serta kebutuhan lain sesuai kondisi masyarakat setempat.
Skema kedua disebut Aksara Sirkular. Kegiatan ini berfokus pada pengelolaan sampah bersama masyarakat, mulai dari penyuluhan, pemilahan, penguatan TPS 3R dan bank sampah, hingga pemanfaatan sampah agar mempunyai nilai ekonomi.
Setiap kegiatan berlangsung selama enam bulan dengan keterlibatan mahasiswa minimal 160 jam kerja. Setiap tim dapat mengajukan dana sebesar Rp80 juta hingga Rp120 juta.
Pelaksanaan Program Akan Dipantau
Proposal diajukan melalui sistem BIMA menggunakan akun ketua tim dosen. Sebelum mendaftar, tim harus menentukan masalah yang ingin diselesaikan, lokasi kegiatan, kelompok masyarakat yang menjadi sasaran, pihak pemerintah yang terlibat, serta cara atau alat yang akan digunakan.
Baca Juga: Pemkot Target Benahi 200 Rumah Tak Layak Huni di 2026, Ini Progresnya!
Proposal yang mendapatkan bantuan dana dijadwalkan diumumkan pada Agustus 2026. Kegiatan akan berlangsung hingga Desember 2026. Selama pelaksanaan, setiap tim wajib menyerahkan laporan perkembangan pada Oktober, mengikuti penilaian pada November, serta membuat laporan akhir pada Desember.
Adanya laporan dan penilaian bertujuan memastikan kegiatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kunjungan singkat. Hasil program juga perlu dilihat dari keberlanjutannya setelah mahasiswa selesai menjalankan kegiatan.
Program Aksara diharapkan menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat. Keberhasilannya bergantung pada ketepatan masalah yang dipilih, keterlibatan warga, kesesuaian cara yang digunakan, serta kelanjutan kegiatan setelah bantuan dana berakhir.
Oleh: Hendri Muhrozikin
Universitas Nusantara PGRI Kediri