Kesalahan Mahasiswa Baru yang Sering Dilakukan di Semester Pertama

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 19:44 WIB

 

Stres karena tugas menumpuk dan sudah dekat deadline. Ilustrasi Pinterest. (Huong Nguyen)
Stres karena tugas menumpuk dan sudah dekat deadline. Ilustrasi Pinterest. (Huong Nguyen)

JP Radar Kediri - Memasuki dunia perkuliahan menjadi pengalaman dan tantangan baru bagi mahasiswa baru. Hal ini dibarengi dengan perbedaan sistem belajar, lingkungan, dan tanggung jawab yang sering kali membuat mahasiswa melakukan kesalahan di semester pertamanya.

Meskipun merupakan hal yang wajar, kebiasaan ini akan memengaruhi prestasi akademik dan adaptasi lingkungan jika tidak segera diperbaiki.

Semester pertama dalam perkuliahan menjadi masa adaptasi mahasiswa baru, karena perbedaan kehidupan sekolah dan perguruan tinggi ini sama sekali berbeda. Dengan adanya jam mata kuliah yang tidak menentu, mahasiswa baru dituntut untuk belajar lebih mandiri dan mengatur waktu. 

Pada masa tersebut, tidak sedikit mahasiswa yang melakukan kesalahan saat perkuliahan di semester awal. Salah satu kesalahan yang dilakukan mahasiswa baru adalah menunda mengerjakan tugas, bahkan mengerjakan mepet dengan tenggat yang diberikan.

Hal tersebut akan mengakibatkan tugas menumpuk, hasil pengerjaan kurang maksimal, dan meningkatkan risiko stres karena tekanan tugas yang harus dikumpulkan dekat dengan deadline.

Kesalahan berikutnya adalah kurang mampu mengatur waktu. Jadwal kuliah yang fleksibel sering kali membuat mahasiswa merasa santai dan sulit membagi waktu antara belajar, mengikuti kegiatan kampus, beristirahat dan aktivitas pribadi.

Baca Juga: Beasiswa TELADAN 2027 Dibuka, Mahasiswa Baru Berpeluang Kuliah Gratis Plus Uang Saku

Yang pada harusnya, kemampuan dalam manajemen waktu adalah kunci keberhasilan dalam menjalani masa kuliah.

Tidak sedikit mahasiswa baru yang hanya berfokus pada akademik. Memiliki IPK tinggi memang penting, tetapi pengalaman di luar kelas juga sama pentingnya.

Mengikuti seminar, pelatihan, atau kegiatan organisasi dapat membantu mahasiswa melatih kemampuan dalam berkomunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama yang dibutuhkan di dunia kerja.

Sebaliknya, ada pula mahasiswa yang terlalu aktif di organisasi hingga melupakan tanggung jawab mahasiswa dalam belajar. Terlalu antusias dalam kegiatan organisasi yang mendapatkan hal positif memang baik, tetapi akan lebih baik jika organisasi dan akademik dijalankan secara seimbang.

Kesalahan lain yang sering kali dilakukan mahasiswa baru adalah malu bertanya kepada dosen saat tidak mengerti materi yang sedang dibahas. Padahal bertanya merupakan salah satu proses belajar. 

Dengan berdiskusi, mahasiswa akan lebih mudah memahami materi dan memiliki hubungan baik dengan lingkungan perkuliahan.

Mahasiswa baru juga sering mengabaikan kesehatan fisik dan mental. Padatnya aktivitas kuliah, organisasi, dan kegiatan lain membuat seseorang memiliki waktu istirahat yang sedikit dan tidur yang tidak teratur.

Jika kondisi ini berlangsung secara terus-menerus, akan mengakibatkan stres, bahkan burnout yang dapat mengganggu proses belajar mahasiswa.

Baca Juga: Paid Internship SmartPath Dibuka, Mahasiswa dan Fresh Graduate Bisa Daftar

Pada akhirnya, semester awal adalah masa yang menentukan keberhasilan mahasiswa dalam beradaptasi di lingkungan kampus. Berbagai kesalahan yang dilakukan dapat dihindari dengan membangun kebiasaan yang lebih baik.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mampu meraih prestasi di akademik, tetapi juga memiliki bekal pengalaman dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan di dunia kerja kelak.

Penulis : Ulyatul Ula

Universitas Nusantara PGRI Kediri

Editor : Shinta Nurma Ababil
pendidikan akademik mahasiswa baru