JP Radar Kediri – Pemanfaatan Robotika mulai memasuki sektor industri. Perubahan tersebut membuka peluang kerja baru khusus nya untuk lulusan SMK. Hal ini juga menuntut lulusan SMK untuk menguasai keterampilan yang lebih beragam.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat SMK menyebut robotika kini telah digunakan di sektor manufaktur, logistik, otomotif, makanan dan minuman, elektronik, hingga pergudangan.
Baca Juga: Daihatsu Ajak Masyarakat Rasakan Pengalaman Baru di GIIAS 2026
Penggunaan Robot di Dunia Industri Terus Bertambah
Perkembangan robotika di sektor industri sekarang terus berkembang, laporan dari World Robotic 2025 mencatat sebanyak 542.076 robot industri dipakai sepanjang tahun 2024. Angka tersebut merupakan jumlah pemakaian robot tertinggi kedua sepanjang sejarah dalam empat tahun berturut-turut.
Asia menjadi kawasan dengan penggunaan robot terbesar, yakni sekitar 74 persen pada 2024. Industri elektronik, otomotif, serta logam dan mesin termasuk sektor yang paling banyak memanfaatkan teknologi tersebut.
Baca Juga: Life’s Adventure: Elevating Every Experience, Evolusi Pengalaman Mitsubishi Motors di GIIAS 2026
Lulusan SMK Harus Menguasai Banyak Keterampilan
Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo, menilai lulusan SMK telah memiliki dasar yang berkaitan dengan robotika melalui beberapa bidang keahlian.
"Robotika telah digunakan di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, otomotif, makanan dan minuman, elektronik, hingga pergudangan. Kebutuhan tenaga kerja pun bergeser dari pekerjaan manual menuju pekerjaan yang menuntut kemampuan mengoperasikan, memelihara, hingga mengembangkan sistem otomatis," ujar Arie dalam webinar Menciptakan Masa Depan: Robotika sebagai Peluang Karier bagi Murid SMK di Jakarta.
Adapun bidang keahlian SMK yang mempunyai fondasi kompetensi yang kuat untuk mengahadapi era robotika anatara lain Teknik Mekatronika, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomasi Industri, Teknik Pemesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Rekayasa Perangkat Lunak, serta Teknik Komputer dan Jaringan.
Kurikulum dan Fasilitas Perlu Disesuaikan
Untuk menyiapkan lulusan SMK dalam menghadapi perubahandi era industri, Direktorat SMK mendorong untuk melakukan penyelarasan kurikulum dengan standar industri.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah, Pengunduran Diri Gubernur BI Jadi Sentimen Negatif Pasar
Selain itu, peningkatan kompetensi guru, perbaikan sarana pembelajaran, keterlibatan praktisi industri, serta perluasan program magang bagi siswa dan lulusan SMK menjadi upaya lain yang harus ditingkatkan.
Meski demikian, kesiapan setiap sekolah belum merata. Kemendikdasmen mengakui masih terdapat sekolah SMK yang belum memiliki laboratorium dan peralatan robotika berstandar industri.
Baca Juga: Panduan cekbansos.kemensos.go.id untuk Lihat Penerima Bansos PKH BPNT Tahap 3 Juli-September 2026
Perkembangan robotika menunjukkan lulusan SMK harus terus menyesuaikan keterampilannya dengan kebutuhan dunia kerja. Kemampuan teknis, keahlian digital, komunikasi, dan kesiapan belajar teknologi baru akan menjadi bekal yang penting untuk memanfaatkan peluang karier di tengah industri yang semakin otomatis.
Oleh: Hendri Muhrozikin
Universitas Nusantara PGRI Kediri