Beasiswa Dicoding Asah 2026 Buka 2.000 Kuota, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:21 WIB
Program Dicoding Asah 2026 yang membuka 2.000 kuota bagi mahasiswa D3, D4, dan S1 dari semua jurusan di Indonesia. (Web/dicoding)
Program Dicoding Asah 2026 yang membuka 2.000 kuota bagi mahasiswa D3, D4, dan S1 dari semua jurusan di Indonesia. (Web/dicoding)

JP Radar Kediri - Dicoding membuka pendaftaran program Asah 2026 bagi mahasiswa aktif di seluruh Indonesia. Program pelatihan teknologi ini menyediakan kuota sebanyak 2.000 mahsiswa dengan nilai program mencapai Rp14 juta untuk setiap peserta yang lolos seleksi.

Asah 2026 merupakan program pendidikan intensif secara online yang dirancang sebagai Studi Independen Bersertifikat Mandiri dan berlangsung selama semester ganjil, mulai Agustus 2026 hingga Januari 2027. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi kebutuhan industri teknologi.

Baca Juga: Viral Kabar Shin Tae-yong Kena Sanksi Hukuman 10 Tahun dari Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan, Fakta atau Hoaks?

Tersedia Tiga Jalur Pembelajaran

Peserta dapat memilih satu dari tiga jalur berikut:

  1. AI Full-Stack Developer
    Mempelajari pengembangan aplikasi dari sisi tampilan hingga sistem, dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan.
  2. Data Science Specialist
    Mempelajari pengolahan, analisis, dan penyajian data menggunakan Python, SQL, serta teknologi pendukung lainnya.
  3. Next-Gen AI Engineer
    Mempelajari pengembangan sistem kecerdasan buatan, machine learning, dan AI generatif.

Manfaat yang Diperoleh

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 24 Juli 2026 Merosot Rp35.000, Cek Rinciannya Disini

Peserta yang lolos akan mendapatkan:

  1. Beasiswa program dengan nilai manfaat hingga Rp14 juta.
  2. Kesempatan konversi pembelajaran hingga 20 SKS.
  3. Portofolio nyata melalui pengerjaan Capstone Project.
  4. Peninjauan kode oleh tenaga ahli dengan bantuan AI.
  5. Akses kelas eksklusif selama 30 hari.
  6. Materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
  7. Pendampingan selama proses belajar.
  8. Transkrip nilai dan sertifikat setelah program selesai.

Syarat Pendaftaran Asah 2026

Program Asah 2026 terbuka bagi peserta yang memenuhi ketentuan berikut:

  1. Warga Negara Indonesia.
  2. Berstatus sebagai mahasiswa aktif D3, D4, atau S1 dari semua jurusan.
  3. Tetap berstatus mahasiswa aktif hingga Februari 2027.
  4. Memiliki akun Dicoding.
  5. Mampu mengoperasikan komputer dan memiliki pengetahuan dasar pemrograman sesuai jalur belajar yang dipilih.

Baca Juga: Update Kasus Dana Hibah Pokmas Jatim, KPK Tahan 3 Tersangka yang Berperan Sebagai Pemberi Suap!

Biaya dan Tahapan Seleksi

Meskipun biaya pembelajaran ditanggung melalui beasiswa, calon peserta perlu membayar biaya tes seleksi sebesar Rp250 ribu. Pembayaran tersebut tidak menjamin peserta langsung diterima karena pendaftar tetap harus mengikuti proses seleksi.

Berikut tahapan pendaftarannya:

  1. Membuat atau masuk ke akun Dicoding.
  2. Mengunjungi laman pendaftaran Asah 2026 dan mengisi formulir.
  3. Membayar biaya tes seleksi sebesar Rp250 ribu.
  4. Menunggu email registrasi ulang dari tim Asah.
  5. Mengikuti tiga tes asesmen dengan total durasi sekitar tiga jam, yaitu:
    • General Technical Assessment;
    • Learning Path Assessment; dan
    • Traits Assessment.
  1. Mendapatkan akses kelas bonus selama 30 hari setelah pembayaran.
  2. Menunggu pengumuman peserta terpilih.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Men SEA V Cup 2026 di Jakarta, Hari Ini Indonesia Tanding Lawan Filipina

Jadwal penting:

Pendaftaran dibuka: 2 Juni 2026

Pendaftaran ditutup: 6 Agustus 2026

Pengumuman peserta terpilih: 12 Agustus 2026

Dicoding tidak menjamin kelulusan seleksi peserta. Namun, seluruh pendaftar yang telah membayar biaya tes tetap mendapatkan akses Kelas Bonus 30 hari, terlepas dari hasil seleksinya.

Baca Juga: Korsleting Listrik Picu Kebakaran Kandang Puyuh di Kepung Kediri, Begini Kronologinya

Oleh: Hendri Muhrozikin
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Editor : Shinta Nurma Ababil
dicoding mahasiswa ai beasiswa pendididkan