KABUPATEN, JP Radar Kediri– Sederhana dan bermakna, inilah yang tergambar dari video para finalis Festival Pelepasan Siswa Berbudaya 2026, kemarin (22/7). Berbagai kegiatan kreatif dan positif digelar tanpa membebani siswa dan orang tua.
Dampak positif yang dirasakan saat digelarkan Festival Pelepasan Siswa Berbudaya 2026 ini diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin. “Tahun ini tidak ada sama sekali aduan atau protes dari wali murid terkait pungutan pelepasan siswa yang biasanya membebankan. Karena memang acara pelepasan siswa dikemas dengan sederhana dan bermakna,” ungkap Muhsin.
Baca Juga: Tim Juri Pilih 10 Besar Sekolah Pemenang, Ikuti Final Party Festival Pelepasan Siswa Berbudaya 2026.
Untuk diketahui, Awarding Festival Pelepasan Siswa Berbudaya 2026 ini digelar di Gedung Bagawanta Bhari. Acara dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin dan sejumlah sekolah yang masuk nominasi 10 besar pemenang.
Uang total Rp 60 juta, piala dan piagam penghargaan diserahkan kemarin.
Sebanyak 24 pemenang dari jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP menerima langsung penghargaan yang diserahkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin.
Muhsin mengatakan, festival yang memasuki tahun kedua itu mendapat respons positif dari sekolah. Antusiasme sekolah untuk melakukan pelepasan siswa yang kreatif namun sederhana, menurut Muhsin juga terlihat dari pergeseran pemenang di tiap jenjang.
Disdik, lanjut Muhsin, menanamkan empati lewat berbagai kegiatan yang bermanfaat. Di antaranya, bersih lingkungan sekitar, atau kegiatan berbagi kepada warga, hingga memberikan bantuan kepada teman, dan lainnya.
Apalagi, acara pelepasan siswa juga bebas dari pungutan yang membebani wali murid. “Saya mengapresiasi sekolah-sekolah yang mengemas acara pelepasan siswa ini dengan sederhana dan bermakna. Bukan menjadi ajang adu gengsi, aspek penanaman empati pada anak juga di tekankan melalui berbagai kegiatan positif.” bebernya.
Dalam Festival Pelepasan Siswa Berbudaya tahun ini Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri sekaligus jadi kampanye pengurangan angka anak tidak sekolah (ATS). Muhsin bersyukur, dari angka ATS sebanyak
11.181 anak, menurut data di Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Disdik Kabupaten Kediri berhasil mengembalikan 5.481 anak kembali ke sekolah.
Jumlah itu hampir melampaui target nasional. Yakni, sebesar 50 persen hingga akhir tahun nanti. “Kurang 140-an anak (yang kembali ke sekolah), kami mampu melampaui target nasional hingga akhir tahun ini sebesar 50 persen,” terang Muhsin.
Demi merealisasikan target tersebut, Muhsin meminta para guru untuk tetap fokus dan menyisir anak yang terindikasi putus sekolah. Dia juga berharap Festival Pelepasan Siswa Berbudaya ini tidak hanya berhenti di sini. Melainkan sekolah mampu mempertahankan kegiatan positif dan lebih optimal lagi tahun depan.
Terpisah, Kepala SDN Wonorejo Kunjang Hermin Retnowati yang menjadi juara 1 kategori SD mengaku menyambut positif festival pelepasan siswa tahun ini. Sebab, dengan acara tersebut mereka bisa menggelar pelepasan siswa yang sederhana namun bermakna.
“Sejak lama acara pelepasan kan menjadi polemik bagi wali murid. Terkadang ada biaya yang memberatkan, dengan adanya acara ini acara pelepasan siswa menjadi lebih bermanfaat baik dari segi siswa juga wali murid” ungkap Hermin yang kemarin mendapat hadiah uang pembinaan itu. (c1/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita