Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Nilai Terendah Jalur Domisili Umum SMP 92,31 di Hari Pertama! Persaingan Ketat, Siswa Pantau Pergerakan sebelum Daftar

Ayu Ismawati • Selasa, 7 Juli 2026 | 20:31 WIB
Orang tua siswa memproses pendataan sebelum mendaftar di jalur domisili umum SPMB Kota Kediri. (Foto: Ayu Isma)
Orang tua siswa memproses pendataan sebelum mendaftar di jalur domisili umum SPMB Kota Kediri. (Foto: Ayu Isma)

JP Radar Kediri-‘Pertarungan’ untuk berebut kursi SMP negeri terakhir lewat jalur domisili umum makin sengit.

Hingga pukul 13.00 kemarin (7/7), nilai terendah siswa di sembilan SMP di kisaran angka 92!

Statistik nilai pendaftar dapat diakses secara online melalui situs SPMB Kediri Kota. Berbeda dengan jalur prestasi nilai yang menggabungkan nilai rapor dan tes kemampuan akademik (TKA), jalur ini murni memakai nilai rapor.

Di hari pertama kemarin, nilai paling rendah di SMPN 9 sebesar 92,31. Adapun yang tertinggi di SMPN 1 sebesar 98,07.

Dikonfirmasi terkait statistik nilai yang mayoritas tinggi, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Kediri Achmad Wartjiantono membenarkannya.

Baca Juga: Ribuan Siswa Harus Cari SMP Swasta, Pendaftaran Jalur Terakhir SPMB SMP Kota Kediri Dibuka 7 Juli!

Menurutnya nilai di setiap sekolah masih bisa berubah karena pendaftaran jalur domisili umum baru ditutup nanti malam (8/7). 

“Hari pertama sudah mulai banyak yang daftar. Tapi karena masih ada hari kedua besok (8/7), biasanya anak-anak masih menunggu dulu, melihat-lihat perubahan nilainya,” ungkap pria yang akrab disapa Anton itu.

Dengan mengamati perubahan statistik nilai, calon siswa bisa menerka-nerka apakah dengan nilai yang dimiliki bisa diterima atau tidak di sekolah tujuan.

Termasuk dalam menentukan urutan prioritas pilihan sekolah. Sebab, di jalur ini siswa bisa menentukan pilihan paling banyak sembilan sekolah. Urutannya sesuai skala prioritas. 

Baca Juga: 900 Pendaftar Terlempar dari Jalur Domisili Khusus SMP, Siap-Siap Bertarung Nilai di Jalur Domisili Umum

Sedangkan di jenjang SD, seleksi dilakukan dengan melihat gabungan skor domisili dan usia. Semakin tinggi skornya, maka semakin besar juga peluang diterima di sekolah tujuan.

Berbeda dengan SMP, jenjang SD masih mengakomodasi pendaftar dengan domisili luar Kota Kediri. 

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, beberapa SD negeri di hari pertama kemarin masih belum mendapat pendaftar.

Statistik nilainya menunjukkan angka nol, baik di kolom skor terendah maupun tertinggi. 

“Bisa jadi juga masih nol karena sekolah ini bukan pilihan pertama calon siswa. Jadi di hari pertama ini bisa jadi masih nyangkut (terseleksi, Red) di pilihan pertama karena kan untuk SD bisa pilih lima pilihan sekolah,” beber Anton.

Baca Juga: Pagu SMPN Kota Kediri Sisa Sekitar 1.260 Bangku untuk Jalur Domisili, Disdik Majukan Jadwal Domisili Umum Jadi 7 Juli

Hingga pukul 13.00 kemarin, sedikitnya ada 20 lembaga SD negeri yang pendaftarnya masih nol. Rencananya pendaftaran jalur domisili umum SD dan SMP Kota Kediri masih akan dibuka hingga tengah malam nanti (8/7).

Setelah itu, hasil seleksi akan diumumkan pada 10 Juli.

Sementara itu, meski pendaftaran sudah dimulai, hingga kemarin masih ada beberapa orang tua siswa yang memproses pendataan di dinas pendidikan.

Pendataan dilakukan oleh calon siswa yang sebelumnya sekolah di lembaga pendidikan di luar Kota Kediri. Di tahapan itu, orang tua siswa harus menunjukkan beberapa berkas, di antaranya kartu keluarga. 

Editor : Mahfud
#domisili umum #Tes Kemampuan Akademik #Dinas Pendidikan Kota Kediri #SMP negeri #jalur domisili