Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bangku SMA Swasta Kota Kediri Baru Terisi 40 Persen, Sulit Dapat Murid Baru Meski Potensinya Mencapai 12 Ribu Anak

Ayu Ismawati • Kamis, 2 Juli 2026 | 05:36 WIB
SPMB sekolah swasta di SMA Pawyatan Daha Kediri. Hingga hari terakhir tahapan SPMB sekolah negeri, masih banyak sekolah swasta yang belum terpenuhi pagunya. (Foto: Ayu Isma)
SPMB sekolah swasta di SMA Pawyatan Daha Kediri. Hingga hari terakhir tahapan SPMB sekolah negeri, masih banyak sekolah swasta yang belum terpenuhi pagunya. (Foto: Ayu Isma)

JP Radar Kediri- Tak hanya SMK swasta saja yang jumlah siswa barunya minim.

Setali tiga uang, SMA swasta di Kediri Raya juga bernasib sama.

Mayoritas memilih memperpanjang pendaftaran karena pagu mereka baru terisi kurang dari separo. 

Kasi SMA PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi mengatakan, di Kota Kediri sedikitnya ada 12 SMA swasta.

Sedangkan di Kabupaten Kediri, ada 13 SMA swasta. Hingga kemarin, seluruh lembaga tersebut masih menerima siswa baru.

“Semua masih membuka pendaftaran siswa baru,” ujar Chairul.

Baca Juga: Adu Nilai di Jalur Prestasi Akademik SMK, Siswa Rebutan 1.123 Bangku SMK Negeri Kota Kediri di Tahap Terakhir SPMB SMA/SMK 

Senada dengan Chairul, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta se-Kota Kediri Aziz Mashudi mengatakan, banyak sekolah swasta yang masih menerima siswa baru.

Alasannya karena keterisian pagu mereka masih di bawah target.

“Untuk penerimaan murid baru sekolah negeri kan sudah berakhir hari ini. Harapan kami dari siswa-siswa yang belum mendapatkan sekolah, sesuai dengan program pemerintah 12 tahun wajib belajar, bisa tetap melanjutkan. Baik ke SMA maupun SMK swasta,” ujarnya.

Khususnya untuk SMA yang menurutnya semakin kesulitan mencari siswa baru. Dari 12 SMA swasta di Kota Kediri, rata-rata keterisian pagunya baru 40 persen dari target sekolah.

Padahal, seharusnya ada sekitar 12 ribu potensi siswa lulusan SMP/MTs di Kediri Raya tahun ini yang belum terserap di SMA/SMK/MA negeri.

Baca Juga: Siswa Pilih Wait and See di Hari Pertama Pendaftaran Jalur Prestasi Akademik SMA Kota Kediri, Persaingan Makin Ketat di Hari Kedua

Hitungan matematis itu didapatkan dari jumlah lulusan SMP/sederajat Kediri Raya yang berkisar 32 ribu siswa.

Sedangkan yang terserap di SMA/SMK negeri dan madrasah diperkirakan sekitar 20 ribu siswa. 

“Tapi di sisi lain, jumlah lembaga swasta ini juga banyak sekali. SMA dan SMK kalau ditotal semua ada sekitar 90 sekolah. Sekolah-sekolah ini yang berebut kurang lebih 12 ribu siswa tadi,” urai pria yang juga kepala SMA Pawyatan Daha Kediri itu.

Jika dirata-rata, setiap sekolah swasta itu bisa mendapatkan sekitar 130 siswa. Hanya saja, pagu sekolah berbeda-beda.

Ada beberapa sekolah swasta dengan pagu ‘gemuk’ yang sudah menjaring siswa baru jauh lebih banyak dari rata-rata sekolah swasta lainnya.

Hal itu yang memicu sebaran siswa sangat tidak merata.

“Kami memahami mungkin ada beberapa sekolah yang menjadi topik pembicaraan masyarakat (dianggap favorit, Red). Tapi harapan kami setidaknya mereka dapat membatasi dengan memperhatikan kebutuhan sekolah-sekolah lain. Sehingga terjadi penyebaran siswa,” harapnya. 

Baca Juga: Adu Nilai di Jalur Prestasi Akademik SMA, Berebut 730 Kursi SMA Terakhir di Kota Kediri

Sulitnya mencari siswa baru juga mendorong sekolah untuk menggencarkan sosialisasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat.

Terutama terkait stigma bahwa biaya sekolah di lembaga swasta lebih mahal dibanding sekolah negeri.

Padahal, saat ini banyak sekolah swasta yang menggratiskan biaya pendaftaran, daftar ulang, hingga membayar beasiswa.

“Ada beberapa sekolah yang bahkan menggratiskan biaya pendaftaran. Itu inisiatif sekolah agar tidak ada alasan lagi tidak sekolah karena khawatir soal biaya. Termasuk seperti kami juga menawarkan beasiswa SPP digratiskan kalau memang dari keluarga tidak mampu,” tandasnya, ditemui di SMA Pawyatan Daha Kediri kemarin (1/7). 

Selain itu, proses pendaftaran di sekolah swasta menurutnya relatif lebih sederhana.

Kemudahan mendaftar itu dibuktikan dari persyaratan administratif pendaftaran yang hanya butuh surat keterangan lulus atau ijazah jika sudah ada.

Calon siswa juga tinggal datang ke sekolah untuk memproses pendaftarannya.

Baca Juga: Ribuan Pelajar Tersingkir dari Tahap II SPMB SMA/SMK Kota Kediri, Siswa Masih Bisa Daftar Jalur Prestasi Akademik

Karena banyak sekolah swasta yang masih kekurangan murid, Aziz menyebut penerimaan siswa baru itu masih terus dibuka.

Harapannya di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 13 Juli nanti, target pemenuhan pagu sekolah swasta sudah tercapai.

“Kami tunggu sampai kegiatan MOS (masa orientasi siswa atau MPLS, Red) kalau sekolah swasta kan masih bisa menerima. Jadi harapan kami, selama dua minggu ke depan ini masih ada pergerakan siswa untuk mendaftar. Berapapun siswa yang diterima, ya itu nanti yang menjadi tanggung jawab kami untuk dibina di sekolah,” paparnya. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#sma pawyatan daha #Cabang Dinas Pendidikan #spmb #beasiswa #sma swasta