Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Kediri Achmad Wartjiantono mengatakan, ada sekitar 700 siswa yang lolos di jalur karakteristik.
Karenanya, untuk jalur domisili ada sekitar 1.260 bangku di sembilan SMP yang tersisa.
“Kuota domisili SMP ini kurang lebih 40 persen dari daya tampung,” ungkap pria yang akrab disapa Anton itu.
Berbeda dengan jalur prestasi karakteristik, jalur domisili ini hanya untuk siswa yang berdomisili di Kota Kediri. Kategorinya pun dibagi menjadi dua.
Yakni, domisili khusus dan domisili umum. Selain waktu pendaftarannya yang berbeda, proses seleksinya juga berbeda.
Domisili khusus hanya menggunakan jarak sebagai dasar seleksi calon siswa.
“Pendaftarannya lebih dulu domisili khusus. Jalur ini mengacu pada titik koordinat, dan nanti calon siswa harus men-download aplikasi di App Store untuk bisa mendaftar,” terang Anton.
Aplikasi SPMB Online Kota Kediri dibutuhkan untuk menetapkan titik koordinat lokasi rumah.
Fungsinya untuk menentukan jarak dengan sekolah. Penetapan jarak dengan ditarik garis lurus koordinat rumah dengan sekolah.
“Dasarnya adalah jarak rumah ke sekolah diambil garis lurus, makanya menggunakan GPS dari aplikasi itu. Tidak dihitung kilometer jalannya,” bebernya.
Untuk diketahui, pendaftaran domisili khusus akan dibuka selama dua hari, mulai 1 – 2 Juli. Sedangkan hasilnya akan diumumkan pada 6 Juli mendatang.
Dinas pendidikan menyiapkan kuota jalur domisili khusus sebanyak 30 persen dari total pagu domisili atau sekitar 378 anak.
Anton menyebut, jalur domisili khusus itu memang untuk mewadahi siswa yang tinggal di dekat sekolah.
Sehingga anak-anak punya kesempatan melanjutkan pendidikan di SMP terdekat dengan tempat tinggal.
“Ini wadah untuk anak-anak yang tinggal di dekat sekolah tersebut agar punya kesempatan untuk sekolah di SMP yang terdekat dengan rumahnya,” tandasnya.
Jika seleksi jalur domisili khusus murni dari jarak tempat tinggal, lain halnya dengan jalur domisili umum.
Proses seleksi jalur ini menggunakan nilai rapor untuk jenjang SMP.
“Kalau di domisili umum, jarak tidak dipakai. Ini untuk memberikan kesempatan kepada anak se-Kota Kediri memilih sekolah yang disenangi,” jelas Anton.
Di jalur domisili umum, calon siswa bisa memasukkan pilihan maksimal 9 SMP. Jalur ini sekaligus mengakomodasi sisa kuota dari siswa yang tidak memproses daftar ulang di jalur-jalur sebelumnya.
Anton menegaskan, dinas pendidikan membuat penyesuaian pada jadwal pendaftaran domisili umum.
Jika sebelumnya pendaftaran jalur ini dibuka pada 9–10 Juli, kini dimajukan menjadi 7–8 Juli.
“Jadwalnya domisili umum ini kami majukan biar anak-anak MPLS-nya (masa pengenalan lingkungan sekolah, Red) bisa bareng-bareng tanggal 13 Juli. Sehingga tanggal 13 Juli itu sudah bisa masuk semua,” tandas Anton terkait informasi baru yang harus dicermati calon siswa baru.
Editor : Ayu Ismawati