KEDIRI, JP Radar Kediri-Persaingan memperebutkan kursi SMP negeri di Kota Kediri kembali bergulir.
Kemarin (22/6), ribuan calon siswa unjuk bakat terbaik mereka di jalur prestasi karakteristik. Ada yang baca puisi, bernyanyi, bakat di bidang agama, hingga akademik.
Untuk diketahui, jalur prestasi karakteristik dibuka dengan proporsi kuota paling banyak di antara jalur prestasi SMP lainnya.
Di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Kediri tahun ini, kuota jalur prestasi SMP ditetapkan 35 persen dari pagu sembilan SMP negeri. Jalur prestasi dibagi dalam prestasi akademik, prestasi hasil lomba, dan prestasi karakteristik.
Khusus untuk jalur prestasi karakteristik, proporsi kuotanya paling banyak. Yakni, sekitar 70 persen dari kuota jalur prestasi seluruhnya.
Jika total pagu sembilan SMP negeri adalah 3.168 anak, ada sekitar 776 kuota yang disiapkan untuk jalur ini di seluruh SMP negeri.
Dengan asumsi pagu semua SMP sama, di tiap sekolah ada 86 pagu jalur prestasi karakteristik. Dengan kuota yang terbatas, tak ayal persaingannya sangat ketat.
Seperti di SMPN 4 Kediri yang jumlah pendaftarnya 329 anak. Di jalur ini, pendaftar tidak dibatasi domisili. Sehingga, siswa dari luar kota pun bisa ikut mendaftar.
“Di tahap ini yang pertama kami lakukan verifikasi data anak dulu, berkas-berkasnya yang di-upload itu sesuai atau tidak,” kata Wakil Kepala (Waka) SMPN 4 Kediri Bidang Kurikulum Suyanto.
Setelah itu, siswa akan mengikuti tahapan verifikasi satu per satu di ruangan yang sudah disiapkan.
Bakat dan prestasi siswa pendaftar di sana dibagi dalam empat kategori. Yakni, seni, akademik, olahraga, dan agama.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, setiap siswa akan ditanyai sejumlah pertanyaan terkait bakatnya. Kemudian dilanjutkan dengan praktik sesuai bakat yang dimiliki.
Di antaranya, menari, membaca puisi, memainkan alat musik tradisional, dan lain sebagainya.
Mengalahkan rasa takut dan malu, anak-anak lulusan SD itu tampil maksimal demi ‘meyakinkan’ tim verifikator.
“Jika diterima di sekolah ini, bakat apa saja yang ingin kamu kembangkan?” tanya salah satu petugas verifikasi kepada calon siswa.
Suyanto menambahkan, di tahap verifikasi, calon siswa diberi waktu rata-rata dua menit untuk menampilkan bakatnya.
Beberapa pertanyaan juga diberikan untuk mencocokkan dengan data bakat dan prestasi yang dicantumkan siswa saat mendaftar.
Bakat seni jadi yang paling banyak dilampirkan calon siswa dengan total pendaftar mencapai 120-an anak.
“Tahun ini kami mencari talenta-talenta dari berbagai cabang. Baik itu seni, keagamaan, hingga olahraga. Sehingga untuk seleksinya tidak fokus ke satu bidang saja. Tetapi semuanya kami wadahi,” ungkap Suyanto.
Antusiasme yang tinggi di jalur ini juga nampak dari pendaftarnya yang cukup membeludak.
Lubis, salah satu orang tua siswa harus mengantre hingga satu jam. Di jalur ini, anak keduanya itu menampilkan bakat membaca puisi.
“Mulai pendaftaran dibuka itu kami sudah mulai mempersiapkan diri untuk jalur ini,” ungkap pria asal Kelurahan Mojoroto itu.
Meski harus bersaing dengan ratusan pendaftar, putrinya itu nampak percaya diri dan maksimal mengeksekusi penampilan puisi.
Pernah tampil di berbagai acara hingga perlombaan membuat anaknya tak butuh waktu lama untuk mempersiapkan diri.
“Ini jalur pertama yang kami coba ikuti. Lewat prestasi karakteristik ini kami coba maksimalkan,” tandasnya.
Demi bisa tampil maksimal, anaknya sudah berlatih mandiri selama dua hari. Dia berharap bakat yang ditampilkan itu bisa mengantarkan putrinya sekolah di SMP negeri di Jl Penanggungan tersebut.
“Anaknya memang pengen sekali sekolah di sini. Kebetulan saya, kakaknya ini, juga semua alumni sini,” kelakarnya.
Sementara itu, jalur prestasi karakteristik ini merupakan jalur SPMB yang proses seleksinya diserahkan kepada mekanisme sekolah masing-masing.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Kediri Achmad Wartjiantono mengatakan, kuota jalur ini juga paling banyak dibandingkan jalur prestasi lainnya di tahap sebelumnya.
“Kurang lebihnya kuota jalur ini 70 persen dari kuota jalur prestasi SMP se Kota Kediri,” katanya.
Pria yang akrab disapa Anton itu menegaskan, meski persaingannya cukup ketat, namun masih ada kesempatan lain bagi siswa yang belum lolos.
Masih ada jalur domisili yang akan dibuka pendaftarannya pada 1 – 2 Juli mendatang. “Untuk jalur prestasi karakteristik ini nanti pengumumannya juga dari sekolah masing-masing,” tandasnya.
Editor : Mahfud