KABUPATEN, JP Radar Kediri – Tim juri Festival Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya 2026 dari Disdik Kabupaten Kediri dan Radar Kediri melakukan pemantauan serta penjurian langsung ke sejumlah sekolah. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pelepasan siswa berlangsung sederhana, bermakna, dan tidak membebani wali murid maupun pihak sekolah.
Pengawas TK Winarti yang turut menjadi juri menyampaikan bahwa sebagian besar sekolah telah memahami semangat Festival Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya. Yaitu menghadirkan acara pelepasan yang sederhana namun tetap berkesan bagi para siswa.
“Yang kami lihat bukan kemewahan acaranya, tetapi bagaimana sekolah mampu menghadirkan pelepasan yang sederhana, berbudaya, dan bermakna. Yang terpenting, tidak ada pungutan yang memberatkan orang tua serta tetap memberikan nilai edukatif bagi anak-anak,” ujarnya.
Selama empat hari penjurian berjalan, tim juri juga menemukan bahwa kegiatan pelepasan siswa di sekolah-sekolah peserta umumnya dilaksanakan tanpa pungutan yang membebani orang tua. Berbagai kegiatan yang ditampilkan lebih menekankan pada nilai karakter, kepedulian sosial, pelestarian budaya, dan kebersamaan.
Kepala TK Plus Uswatun Hasanah Mambaatul Laili menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di sekolahnya tidak membebani wali murid. Menurutnya, kebutuhan seperti penyediaan sound system dan perlengkapan pendukung lainnya berasal dari sumbangan sukarela para wali murid.
“Untuk kebutuhan sound system dan perlengkapan lainnya merupakan sumbangan sukarela dari wali murid. Tidak ada pungutan yang diwajibkan kepada orang tua,” jelas Laili.
Festival Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya 2026 diharapkan dapat menjadi contoh pelaksanaan pelepasan siswa yang sederhana, berbudaya, dan memberikan manfaat bagi peserta didik. Sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. (c1/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita