Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sekolah Adu Kreatif Bikin Kegiatan yang Bermakna, Penilaian Festival Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya Dimulai

Himalaya Azzahra • Jumat, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

 

Tim juri gabungan dari Dinas Pendidikan dan Jawa Pos Radar Kediri melakukan penilaian dengan seksama
Tim juri gabungan dari Dinas Pendidikan dan Jawa Pos Radar Kediri melakukan penilaian dengan seksama (Himalaya Azzahra / JPRK)

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Sebanyak 437 lembaga pendidikan mulai jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP adu kreasi membuat kegiatan pelepasan siswa yang sederhana namun sarat makna.

Tak sekadar membuat acara yang berkesan bagianak-anak, lewat Festival Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya 2026, sekolahsekaligus menjadikannya sebagai ajang edukasi yang mengangkat nilai budaya, gotong royong, dan kepedulian sosial.

Untuk diketahui, Rabu (10/6) kemarin merupakan hari pertama penilaianFestival Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya 2026. Tim juri yang terdiri dariperwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, akademisi, dan media lokallangsung turun ke sekolah.

Mereka melakukan penilaian lapangan terkait kreativitas dan inovasikegiatan, nilai budaya yang diangkat, tingkat partisipasi siswa, guru dan orang tua. Kemudian kedalaman makna acara, serta efektivitas dan kesederhanaanpenyelenggaraan.

Baca Juga: Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya Diisi Aksi Sosial dan Kepedulian Lingkungan

Di hari pertama kemarin, penjurian dilakukan di empat sekolah dari berbagaijenjang. Jauhar Yohanis, salah satu tim juri mengatakan, sekolah yang di kunjungisudah memenuhi kriteria lomba.

“Dari kunjungan hari pertama ini sangat luarbiasa. 100 persen sudah melaksanakan program sederhana dan bermakna sesuaidengan kriteria yang di tentukanungkap pria yang akrab disapa Hanis itu.

Salah satu sekolah yang melakukan pelepasan penuh makna adalah SMP Negeri 3 Grogol. Sekolah tersebut mengusung berbagai program sosial dan lingkungan.

Di antaranya Simpatik Berbagi yang berisi kegiatan pengumpulan dan penyaluran barang layak pakai. Mulai dari sepatu serta pakaian kepada siswa dan warga sekitar yang membutuhkan.

Barang-barang yang disumbangkan terlebih dulu disortir dan dikemas oleh siswa menggunakan paper bag. Sehingga pakaian layak pakai itu terlihat sepertipakaian baru.

Baca Juga: Banyak Ortu Bingung Daftar SPMB Online, Begini yang Dilakukan Sekolahan

Kepala SMP Negeri 3 Grogol Musiin mengatakan, kegiatan SimpatikBerbagi merupakan bagian dari pendidikan karakter yang melibatkan langsungpara siswa. Selain berbagi, sekolah juga mengajak siswa menanam berbagai jenispohon dari sumbangan sukarela wali murid.

Kegiatan pelepasan ini di lakukan sesederhana mungkin, namun tetapberjalan sakral dan penuh makna. Kami selaku pihak sekolah dan siswa juga berharap kegiatan pelepasan ini dapat bermanfaat bagi sekitarnya, seperti kegiatanSimpatik Berbagi yang kita bagikan kepada siswa yang memenuhi syarat untukmenerimaungkapnya.

Tidak hanya itu, sekolah juga memiliki program pencegahan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui pemantauan siswa yang berisiko putus sekolah.

Pendekatan dilakukan melalui pendataan, pemantauan kehadiran, coaching, hingga home visituntuk mengetahui permasalahan yang dihadapi siswa, baik karena faktor ekonomimaupun rendahnya motivasi belajar.

Konsep serupa juga diterapkan sejumlah sekolah lainnya. Tapos Lavender di Grogol menggelar bakti sosial berupa pembagian bibit tanaman kepada wargasekitar. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng bersama wali murid.

Sementara itu, TK Dharma Wanita I Jati mengadakan pembagian sembakobagi warga kurang mampu. Mereka juga menggelar kerja bakti membersihkanlingkungan, serta mengunjungi dan mengajak kembali anak-anak yang tidakbersekolah.

Baca Juga: Pagu Sekolah Rakyat Kota Kediri Baru Terisi 41 Persen, Dinas Sosial Kota Kediri Kebut Penjangkauan Siswa Baru

Adapun SD Negeri Jabon 2 mengintegrasikan kegiatan perpisahan denganbakti sosial melalui penyaluran bantuan sukarela kepada siswa kurang mampu. Acara juga diisi dengan sungkeman kepada orang tua dan pentas seni yang menampilkan kreativitas para siswa.

Melalui Festival Pelepasan Siswa Kediri Berbudaya 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berharap tradisi pelepasan siswa tidak lagi identik dengankemewahan dan biaya tinggi.

Melainkan jadi momentum pendidikan karakter yang menanamkan nilai kepedulian sosial. Penghormatan kepada orang tua, kecintaanterhadap budaya, serta semangat berbagi kepada sesama. (c1/ut)

Editor : Andhika Attar Anindita
#berbudaya #kabupaten kediri #ATS #2026 #pelepasan siswa