KEDIRI, JP Radar Kediri–Persaingan untuk mendapat sekolah negeri di Kabupaten Kediri tak kalah sengit dengan Kota Kediri.
Dengan pagu SMP negeri sebanyak 13.664, jumlah lulusan SD/MI se-Kabupaten Kediri mencapai 22.570 anak. Artinya, ada lebih dari sembilan ribu siswa yang terpaksa sekolah di swasta.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, selain belasan ribu pagu SMP negeri, ada pula pagu MTs negeri dan swasta sebanyak 5.880 kursi.
Jika sebagian siswa memilih melanjutkan ke MTs pun, masih ada lebih dari tiga ribu siswa yang harus bersekolah di SMP swasta.
Kepala Disdik Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melalui Kabid SMP Wahyu Murdjianto mengatakan, tahun ini dinas pendidikan menyiapkan empat jalur di sistem penerimaan murid baru (SPMB). Yaitu, jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan jalur domisili.
"Kalau kemarin (2025) hanya dua pilihan, sekarang bisa empat pilihan sekolah. Kami membuka lebih lebar kesempatan bagi calon peserta didik," ujar Wahyu ditemui saat melakukan pemantauan SPMB di SMPN 2 Gurah kemarin.
Empat jalur SMPB itu dibagi dalam dua tahap. Yakni tahap pertama pada 8-10 Juni untuk jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi. Kemudian, SMMB tahap dua pada 15, 17, dan 18 Juni untuk jalur domisili dan mutasi.
Tak hanya menyiapkan empat jalur SPMB, disdik juga memberi kesempatan siswa untuk memilih empat sekolah.
“Apabila kuota pada pilihan pertama sudah terpenuhi, sistem akan menggeser calon siswa ke pilihan kedua, ketiga, hingga keempat sesuai hasil seleksi,” lanjutnya.
Wahyu menegaskan, seluruh proses pendaftaran tahun ini dilaksanakan secara online. Bagi orang tua atau siswa yang mengalami kesulitan, dinas pendidikan membuka layanan bantuan di sekolah asal maupun sekolah jejang lanjutan terdekat.
Selanjutnya, peserta bisa melakukan verifikasi berkas secara offline. “Pendaftaran bisa dilakukan di sekolah terdekat yang bukan jadi tujuan. Namun disarankan untuk di sekolah tujuan. Karena agar proses verifikasi berkas bisa klir,” tuturnya.
Baca Juga: Wabup: SPMB Harus Bebas Titipan, Data Tidak Sinkron Langsung Ditolak oleh Sistem, Ini Alasannya!
Dinas pendidikan juga memastikan daya tampung SMP dan MTs di Kabupaten Kediri masih mencukupi. Sebab, dengan lulusan sebanyak 22.570 anak, daya tampung SMP dan MTs negeri serta swasta mencapai 27.320 kursi.
"Daya tampung masih surplus. Artinya kalau anak-anak mau menerima sekolah sesuai yang tersedia, semuanya masih bisa mendapatkan tempat belajar," bebernya.
Pantauan koran ini, SMPB hari pertama kemarin relatif tidak terkendala. Ketua Panitia SPMB SMPN 2 Gurah Kiptiyah menyebut minat siswa untuk mendaftar kemarin cukup tinggi.
"Alhamdulillah tidak ada kendala. Sistem berjalan lancar dan animo masyarakat masih sangat tinggi," jelas Kiptiyah yang total memiliki 288 pagu itu.
Sementara itu, selain pengumuman hasil seleksi jalur prestasi akademik kemarin, Disdik Kota Kediri juga mulai membuka pendaftaran jalur prestasi hasil lomba kemarin. Pendaftaran dibuka dua hari hingga Selasa (9/6) hari ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Achmad Wartjiantono mengatakan, jalur ini dibuka untuk calon siswa dari dalam maupun luar Kota Kediri.
Syaratnya memiliki prestasi pada perlombaan berjenjang tingkat provinsi, nasional, dan internasional. Baik bidang akademik maupun non-akademik.
Baca Juga: Pemkab Kediri Deklarasikan SPMB 2026, Penerimaan Murid Baru Resmi Dibuka
“Prestasi lomba ini adalah prestasi individu atau beregu dari kejuaraan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat atau provinsi, mulai tingkat provinsi, nasional, dan internasional,” terang pria yang akrab disapa Anton itu.
Contoh beberapa perlombaan di bidang akademik itu antara lain Olimpiade Sains Nasional (OSN), Kompetisi Sains Madrasah (KSM), dan kejuaraan/olimpiade luar negeri.
Sedangkan perlombaan non-akademik, perlombaan yang digelar induk cabang olahraga (cabor) di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia juga bisa diakomodasi. Mulai dari tingkat provinsi, nasional, dan internasional.
“Selama perlombaan itu digelar oleh induk cabang olahraga, masih bisa dipakai (untuk jalur prestasi lomba, Red). Asal yang resmi,” terang Anton.
Untuk itu, sertifikat atau piagam lomba yang digelar oleh klub belum bisa diakomodasi di jalur ini. Termasuk yang diselenggarakan oleh event organizer (EO) dalam bentuk open turnamen.
“Misalnya seperti yang banyak digelar di mal. Mereka mencari peserta dari berbagai daerah. Karena itu, mereka menyebut perlombaan itu tingkat provinsi karena melibatkan peserta dari berbagai daerah. Tapi itu kami tidak bisa pakai untuk jalur prestasi lomba,” terangnya, mencontohkan kasus yang banyak ditanyakan masyarakat.
Namun demikian, prestasi yang didapat dari perlombaan itu tetap bisa diakomodasi melalui jalur prestasi karakteristik. Seleksi jalur itu akan dilakukan oleh panitia SPMB masing-masing SMP negeri.
“Prestasi lomba yang diselenggarakan EO, klub, atau lainnya ini memang sangat banyak. Itu nanti masuknya di jalur prestasi karakteristik,” tandasnya.
Di hari pertama pendaftaran kemarin, jumlah pendaftar jalur prestasi lomba sudah mencapai 148 anak.
Setelah pendaftaran ditutup pada Selasa ini (9/6), hasil seleksi rencananya akan diumumkan pada 17 Juni mendatang.
Editor : Andhika Attar Anindita