Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Persaingan Masuk SMA/SMK di Kediri Superketat, Ini Pesan Cabdindik Kepada Siswa!

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 9 Juni 2026 | 09:38 WIB
Proses verifikasi berkas untuk pengambilan pin di SMAN 1 Kota Kediri. (Hilda Nurmala Risani/JPRK)
Proses verifikasi berkas untuk pengambilan pin di SMAN 1 Kota Kediri. (Hilda Nurmala Risani/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri-Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Kediri Raya memang belum dibuka. Namun, persaingan untuk berebut pagu di puluhan sekolah negeri itu dipastikan superketat. Pasalnya, jumlah pendaftar jauh melampaui pagu sekolah. Karenanya, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri mengimbau siswa untuk cermat menakar peluangnya di setiap jalur.

          Untuk diketahui, pagu SMA di Kota dan Kabupaten Kediri sebanyak 8.225 kursi. Sedangkan pagu SMK mencapai 4.916 kursi. Total pagu SMA/SMK di Kediri Raya ada 13.141 kursi.

          Adapun jumlah PIN yang sudah terbit hingga pukul 11.15 kemarin sebanyak 13.176. Jumlah itu dipastikan masih akan terus bertambah. Sebab, siswa memiliki waktu mengambil PIN hingga Selasa (09/6) nanti atau selama empat hari ke depan.

Baca Juga: Dua Ribu Siswa Berebut 110 Pagu Prestasi Akademik SPMB SMP Kota Kediri, Hasil Seleksi Diumumkan Hari Ini!

          Kacabdisdik Provinsi Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno yang dikonfirmasi tentang ketatnya persaingan untuk masuk SMA/SMK di Kediri Raya tidak menampiknya. Karenanya, Adi meminta orang tua dan siswa lebih cermat lagi memperhitungkan dan menakar peluang mereka di jalur pendaftaran SPMB. Sehingga, peluang untuk diterima di sekolah lebih besar.

          “Orang tua dan siswa bisa mempertimbangkan nilainya saat mendaftar agar peluang diterimanya besar,” kata Adi.

         Jika siswa memenuhi syarat untuk mendaftar di sejumlah jalur SPMB, Adi mengimbau mereka untuk mencoba seluruh jalur yang memungkinkan. “Jika tidak diterima di satu jalur, bisa mencoba yang lainnya. Manfaatkan semua peluang yang ada,” lanjut Adi.

          Untuk diketahui, pagu di setiap SMA/SMK berbeda-beda. Tergantung jumlah kelas yang dibuka di tiap sekolah. Adi mencontohkan, di SMAN 1 Kota Kediri total ada 12 kelas atau total sebanyak 423 kursi. Sedangkan di SMAN 1 Plosoklaten pagunya hanya 349 karena kelas yang dibuka lebih sedikit.

Baca Juga: Wabup: SPMB Harus Bebas Titipan, Data Tidak Sinkron Langsung Ditolak oleh Sistem, Ini Alasannya!

          “Pagu di sekolah disesuaikan dengan rombel atau kelasnya. Menyesuaikan daya tampung sekolah,” tutur Adi.

          Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, dari 35 SMA di Kota dan Kabupaten Kediri, pagu terbanyak atau 42 kursi ada di sejumlah sekolah. Di antaranya, SMAN 1 Kota Kediri, SMAN 1 Plemahan, SMAN 6 Kota Kediri, dan SMAN 7 Kota Kediri.

          Adapun untuk SMK, pagu terbanyak ada di SMKN 1 Ngasem dengan 702 kursi, dan SMKN 2 Kota Kediri sebanyak 676 bangku. “Kalau total pagu untuk SMA ada 8.225 kursi. Sedangkan SMK di angka 4.916 kursi,” beber Adi.

          Sementara itu, terkait pengambilan PIN yang masih akan berlangsung hingga Selasa (9/6) nanti, Adi menyebut sejauh ini prosesnya berjalan lancar. Tidak terjadi banyak penumpukan di sekolah karena antrean bisa diatur dari rumah. “Jadi mereka (siswa) datang ke lokasi pengambilan sesuai dengan hari dan jam yang sudah ditentukan,” bebernya.

Baca Juga: Pemkab Kediri Deklarasikan SPMB 2026, Penerimaan Murid Baru Resmi Dibuka

          Proses verifikasi berkas menurut Adi juga lebih mudah. Begitu berkas siswa lengkap dan sesuai, dalam hitungan menit PIN akan terbit. Dia bersyukur sejauh ini tidak ada kendala yang berarti.

“Jadi kepada seluruh calon murid baru tolong tidak usah khawatir. Jika ditemukan kesulitan bisa datang langsung ke sekolah dan bisa minta untuk dijelaskan secara gamblang,” tandasnya.

          Pengamatan koran ini di SMKN 1 Kota Kediri, petugas terlihat sibuk penjelaskan proses pengambilan PIN di sana. “Satu hari ini ada dua siswa inklusi yang datang ke kami. Satu siswa kami lihat hasil tes psikologi masih mampu dan bisa dibimbing apabila masuk SMKN 1 Kota Kediri,” ujar Ketua Panitia SPMB SMKN 1 Kota Kediri M. Ali Masrofi.

Baca Juga: Mulai Ambil PIN tapi Banyak Yang Belum Paham Juknis SPMB SMA/SMK 2026, Ini Kata Cabdindik Kediri!

          Namun, ada juga yang hasil tes psikologinya tidak bisa dipaksakan untuk belajar di SMKN 1 Kota Kediri. “Satunya tadi dari hasil tes psikologis setara dengan usia 9 tahun yang artinya dimungkinkan tidak mampu untuk mengikuti proses pembelajaran dengan normal karena peserta didik slow learning,” jelasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#PINTAR TAKAR PELUANG #cabdindik #ketat #SPMB 2026 #kota kediri