KEDIRI, JP Radar Kediri- Hari keempat tahap pengambilan personal identification number (PIN) kemarin, sejumlah SMA/SMK di Kota Kediri belum dipadati antrean siswa.
Selain karena momen libur panjang, sedikitnya pengambil PIN juga karena banyak siswa dan orang tua yang belum memahami petunjuk teknisnya (juknis).
Seperti di SMKN 2 Kediri. Meski sudah berjalan beberapa hari, namun belum banyak siswa yang memproses pengambilan PIN. Hingga pukul 11.00, baru ada 15 anak yang datang ke sekolah.
“Walaupun libur, instruksi dari dinas pendidikan tetap memberikan layanan. Tapi dibatasi sampai dengan jumlah tertentu,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno, yang kemarin meninjau pelaksanaan SPMB di beberapa SMA/SMK.
Di tahap ini, Adi menekankan pentingnya pelayanan yang optimal. Salah satunya, seluruh operator atau panitia SPMB di sekolah harus benar-benar memahami alur SPMB.
Sehingga bisa membantu masyarakat yang kesulitan maupun bingung dengan tahapan maupun jalur yang dibuka.
“Kami memahami masyarakat kita kurang gemar membaca juknis. Untuk itu saya tekankan kepada seluruh panitia yang ada di garis depan SPMB ini betul-betul membaca, membaca, dan membaca,” terang Adi meminta operator memberi penjelasan secara gamblang tentang juknis SPMB kepada masyarakat.
Hal tersebut menurut Adi perlu dilakukan karena tak jarang masih banyak masyarakat yang bingung. Bahkan ada yang keliru saat memproses pendaftaran maupun tahapan pra-pendaftaran.
Baca Juga: Pengumuman Afirmasi Disabilitas SPMB Kota Kediri Tunggu Asesmen Psikologi
Seperti yang diakui Eni, salah satu orang tua calon siswa. Sedianya, kemarin dia mengantarkan putranya memverifikasi dokumen dan mengambil PIN. Namun karena ada tahapan yang tanpa sadar terlewat, dia harus kembali lagi esoknya.
“Ternyata sama anaknya belum diklik nomor antrean (antrean pengambilan PIN di sekolah, Red). Padahal sudah selesai upload berkas,” terang ibu asal Kelurahan Bandarlor, Mojoroto itu.
Selebihnya menurut Eni belum ada kendala yang berarti. Dia hanya harus mengumpulkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Seperti mengurus surat kesehatan ke puskesmas sebagai salah satu syarat.
“Kemarin cuma harus izin ke sekolah untuk mengurus surat itu ke puskesmas. Tapi untung nggak ramai karena milih datangnya siang,” tandasnya.
Terkait kendalanya itu, sedianya dia harus mengisi sendiri data dan mengunggah dokumen yang dibutuhkan secara online. Kemudian, sistem akan memberi rekomendasi sekolah terdekat yang bisa dituju untuk tahap verifikasi.
Baca Juga: Bagikan Ribuan Bingkisan untuk Siswa, Cabdindik Kediri Gelar Ramadhan Berbagi dan Pasar Murah
Selanjutnya, siswa memilih sekolah untuk didatangi dan mengambil nomor antrean. Tahapan terakhir itulah yang lupa dilakukan. Sehingga, data antrean itu belum tercatat di operator sekolah.
“Tadi disuruh kembali lagi besok karena pengambilan nomor antrean hari ini ternyata untuk besoknya,” tutur Eni.
Kekeliruan seperti itu ternyata banyak ditemui di lapangan. Koordinator Operator SPMB SMKN 2 Kediri Agus Pramono mengatakan, nomor antrean diambil untuk menghindari membeludaknya siswa. Saat hari kerja, dinas pendidikan membatasi antrean di setiap sekolah hanya sampai 200 anak per hari.
“Kalau hari libur, sistem memberikan batasan antrean maksimal 100. Jadi ketika misalnya sekolah terdekatnya SMKN 2, padahal SMKN 2 sudah melayani 100 orang, maka nanti tidak muncul di-list. Jadi dibagi rata (dengan hari berikutnya atau memilih sekolah lain yang ditunjuk sebagai tempat verifikasi),” terangnya.
Sementara itu di tahap pra-pendaftaran ini, kekeliruan yang sering ditemui ada pada pengunggahan berkas. Agus mencontohkan, tak sedikit siswa yang salah upload dokumen di situs SPMB.
Baca Juga: Hasil TKA Rendah, Rata-Rata Nilai Matematika 38,23. Cabdindik Kediri Bakal Evaluasi Tahun Ini
“Kalau SPMB tahun ini ada foto wajah. Waktu upload berkas, selain SKL (Surat Keterangan Lulus) dan KK, juga harus upload foto wajahnya secara formal. Tapi yang biasanya di-upload malah foto KK,” ungkap Agus.
Untuk itu, dia mengimbau agar calon siswa teliti dengan tahapan tersebut. Meski demikian, sekolah tetap memfasilitasi calon siswa dan orang tua yang membutuhkan pendampingan teknis.
“Sebelum datang untuk verifikasi di sekolah juga harus dipastikan sudah pengajuan PIN secara online. Karena ada beberapa siswa yang datang ke sini, tapi belum pengajuan PIN secara online, sehingga waktu kami cek, tidak ada daftarnya,” paparnya.
Animo calon siswa memproses tahap pra-pendaftaran itu juga mulai nampak di beberapa SMA. Salah satunya di SMAN 2 Kediri. Hingga siang kemarin, sudah ada lebih dari 40 anak yang datang ke sekolah.
“Mungkin belum banyak hari ini karena masih tanggal merah dan habis upacara,” ujar Waka Kesiswaan SMAN 2 Kediri Supriyono, yang kemarin juga tetap membuka layanan SPMB meski libur nasional. (ais/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita