Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Nilai TKA SD dan SMP Kota Kediri Diumumkan, Beberapa Siswa Dapat Nilai Matematika 26, Bahasa Indonesia 56

Ayu Ismawati • Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:20 WIB
Ilustrasi pelajar SMP di Kota Kediri saat mengikuti TKA 2026. Hasil Tes Kemampuan Akademik sudah bisa diketahui siswa.
Ilustrasi pelajar SMP di Kota Kediri saat mengikuti TKA 2026. Hasil Tes Kemampuan Akademik sudah bisa diketahui siswa.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/SMP sederajat akhirnya diumumkan mulai Selasa lalu (26/5). Hasilnya, tak sedikit siswa yang masih mendapat nilai rendah.

Capaian tersebut jadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan Kota Kediri untuk perbaikan di tahun berikutnya. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Achmad Wartjiantono mengatakan, data hasil TKA itu hanya bisa diakses oleh sekolah masing-masing. Selanjutnya nanti akan diumumkan kepada siswa dan orang tua.

Diawali dengan sekolah yang melakukan validasi dan mengunduh daftar kolektif. Selanjutnya diumumkan ke orang tua siswa. 

“Dari kementerian (Kemendikdasmen) kemarin agar kami bisa tahu nilai tertinggi dan terendah berapa secara global. Arahannya kami harus membuat surat permintaan data. Jadi kami belum bisa langsung mendapat datanya. Sudah kami ajukan suratnya, ini masih kami tunggu,” ungkapnya.

Baca Juga: Siswa SD Kota Kediri Ikut TKA Hari Pertama, Soal Matematika Dianggap Lebih Mudah dari Try Out

Meski demikian, berdasar sampling ke beberapa sekolah, menurutnya hasil TKA siswa SD dan SMP cukup beragam. Dia mencontohkan untuk jenjang SD, ada sekolah dengan nilai bahasa Indonesia terendahnya hanya 53. Sedangkan nilai tertinggi ada yang tercatat mencapai 100. 

Sedangkan matematika, yang terendah tercatat hanya 26. Dengan nilai matematik tertingginya mencapai 76. “Ini hanya contoh dari beberapa sampel SD yang kami kumpulkan untuk sementara ini,” lanjut pria yang akrab disapa Anton itu. 

Adapun untuk jenjang SMP juga tak berbeda jauh. Dari beberapa sampel yang dikumpulkan dinas pendidikan, ada siswa yang mendapat nilai matematika hingga 96. Sedangkan yang terendahnya sementara ini tercatat di angka 26.

Untuk bahasa Indonesia, ada siswa SMP yang mendapat nilai 100. Sedangkan yang terendah hanya 56. Anton menegaskan, temuan nilai itu belum menjadi gambaran global dari capaian TKA SD/SMP Kota Kediri tahun ini. Namun, data sementara itu, tetap akan jadi dasar evaluasi untuk penyelenggaraan TKA berikutnya.

Baca Juga: Terpaksa Pinjam Laptop Guru untuk TKA, Belasan Ribu Siswa SD Kabupaten Kediri Mulai Ikuti TKA Gelombang 1 sedangkan Siswa Kota Kediri Ikut Gelombang 2

“Kami akan tetap melakukan evaluasi nantinya untuk melihat kekurangan kita apa. Karena bagaimanapun targetnya kemarin paling tidak rata-rata nilainya minimal 60 untuk matematika. Kalau bahasa Indonesia targetnya paling tidak rata-rata 75. Semoga ini nanti juga bisa tercapai,” harapnya.

Untuk mencapai target yang ditetapkan bersama guru dan pengawas itu, berbagai persiapan sebelum ujian juga sudah dimaksimalkan. Mulai dari pembelajaran intensif di sekolah hingga latihan-latihan soal atau try out yang digelaar beberapa kali.

“Meskipun waktu agak mepet, kami sudah berusaha. Termasuk menggelar latihan soal. Dengan hasil apapun ini, semoga kita nanti bisa belajar dari situ,” tandas Anton.

Adapun hingga kemarin, tak sedikit siswa dan orang tua yang sudah mendapat daftar kolektif hasil TKA dari sekolah masing-masing.

Salah satunya Muhamad Archimides Al Ikhsan, 12. Siswa kelas 6 MIN 1 Kota Kediri itu termasuk pelajar yang mendapat capaian baik atau istimewa. Dia memperoleh nilai matematika 100. Serta 90 untuk mata pelajaran bahasa Indonesia.  “Senang sekali bisa mendapat nilai bagus,” akunya.

Baca Juga: Ribuan Siswa di Kediri Ikuti TKA Susulan, Imbas Terkendala Login dan Jaringan saat Pelaksanaan Utama

Bocah yang akrab disapa Achim itu memang betul-betul mempersiapkan diri sebelum TKA. Dia lebih banyak belajar secara mandiri di rumah. Selain itu, pembelajaran dari guru di sekolah juga selalu dia perhatikan serta sungguh-sungguh saat mengerjakan soal. Yang tak kalah penting, strateginya juga meliputi tidur cukup sebelum mengikuti ujian.

“Tidak ikut bimbel. Cuma latihan soal yang dicari dari internet. Soal-soalnya itu dicetak sama ibu, terus saya kerjakan untuk latihan,” ungkapnya. (ais/ut)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#Tes Kemampuan Akademik #dinas pendidikan #smp #tka #tka sd