Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengumuman Afirmasi Disabilitas SPMB Kota Kediri Tunggu Asesmen Psikologi

Ayu Ismawati • Jumat, 8 Mei 2026 | 12:38 WIB
Ilustrasi SPMB Kota Kediri.
Ilustrasi SPMB Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Sementara itu, dari sistem penerimaan murid baru (SPMB) Kota Kediri, pengumuman jalur afirmasi telah diumumkan kemarin (7/5).

Namun, tidak semuanya yang diumumkan. Khusus untuk jalur afirmasi disabilitas masih menunggu satu tahapan lagi. Siswa di jalur ini harus melalui tahapan asesmen psikologi terlebih dulu.

Dalam SPMB kali ini, puluhan siswa yang mencoba peruntungan dari jalur afirmasi disabilitas. Baik dari jenjang sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, hasil seleksi yang mulai diumumkan kemarin meliputi tiga sub-jalur afirmasi. Yaitu afirmasi keluarga tidak mampu, mutasi anak guru, serta mutasi perpindahan tugas orang tua.

Namun, sempat ada kendala teknis. Pengumuman yang seharusnya keluar mulai pukul 10.00 baru bisa diakses 11.30. Untuk mengetahui apakah diterima atau tidak, calon siswa harus memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) di situs SPMB Kota Kediri.

Baca Juga: Lebih dari 1.100 Anak Harus Daftar SPMB Lagi, Bisa Ikut Domisili dan Prestasi Jika Terlempar dari Jalur Afirmasi

Sementara, pengumuman jalur afirmasi disabilitas rencananya berlangsung pada 29 Mei. Sebab, peserta masih harus mengikuti tahapan asesmen psikologi.

“Asesmen nanti mulai 20 Mei. Ini sudah penjadwalan dengan orang tua. Habis itu baru nanti mulai diumumkan hasilnya pada 29 Mei,” terang Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Kediri Achmad Wartjiantono.

Pelaksanaan asesmen itu, lanjut pria yang akrab disapa Anton itu, akan menggandeng psikolog dari UIN Syekh Wasil Kediri. Ketentuan seleksinya tak berbeda jauh dari tahun sebelumnya.

“Untuk ketentuan disabilitas itu yang ketunaannya ringan dan untuk ketunaan non-panca indra,” beber Anton.

Baca Juga: Daftar SPMB Afirmasi Harus dari Desil 1 – 5, Wali Kota Kediri Vinanda Akab Berikan Seragam Gratis, Ini Yang Dianggarkan!

Dengan demikian, calon siswa penyandang disabilitas panca indra seperti tuna netra dan tuli belum bisa diakomodasi di jalur ini. Hal itu tak lepas dari ketersediaan pengajar yang terbatas.

“Karena guru-guru kami ini kan belum ada yang dari pendidikan luar biasa,” ungkapnya.

Namun begitu, seleksi tersebut tetap mempertimbangkan hasil asesmen tim psikolog. Anton menyebut, saat ini jumlah pendaftar sekolah inklusi itu mencapai 48 siswa dari jenjang SD dan SMP.

Terkait kuota jalur afirmasi disabilitas, Anton menyebut pihaknya tidak menetapkan kuota tertentu. Melainkan disesuaikan dengan hasil asesmen tim psikologi. “Jadi tidak otomatis masuk, tapi nanti melihat hasil asesmennya,” tandasnya.

Baca Juga: Siswa Luar Kota Bisa Ikut SPMB Kota Kediri, Sediakan Dua Jalur untuk Calon Siswa Luar Kota

Untuk diketahui, SPMB SMP Kota Kediri tahun ini dibuka dengan empat jalur. Yaitu, afirmasi, mutasi perpindahan tugas orang tua/wali siswa, prestasi, dan domisili. Afirmasi dan mutasi menjadi jalur yang dibuka pertama mulai 4 – 5 Mei.

Setelah hasil seleksi diumumkan kemarin, calon siswa yang lolos bisa langsung melakukan daftar ulang di sekolah. Dinas pendidikan menjamin pelaksanaan daftar ulang itu gratis, tanpa dipungut biaya.

Adapun jalur afirmasi jenjang SMP tahun ini tetap dibanjiri pendaftar. Di pendaftaran hari kedua hingga pukul 13.00, total pendaftar jalur afirmasi SMP sudah mencapai 1.775 siswa. Terdiri dari 1.742 pendaftar afirmasi keluarga tidak mampu, serta 33 pendaftar afirmasi disabilitas.

Sedangkan kuota jalur afirmasi SMP di 9 SMP negeri Kota Kediri hanya 633 siswa. Artinya, ada lebih dari 1.142 siswa yang tersingkir dari jalur ini dan harus bersaing kembali di jalur pendaftaran selanjutnya.  (ais/fud)

Editor : Andhika Attar Anindita
#spmb kota kediri #asesmen psikologi #dinas pendidikan #spmb #disabilitas