KEDIRI, JP Radar Kediri- Kasus bunuh diri (bundir) remaja di salah satu masjid Kelurahan Burengan pada Jumat (24/4) lalu menjadi alarm keras dunia pendidikan. Oleh karenanya, dalam waktu dekat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri akan memanggil seluruh guru bimbingan konseling (BK).
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disdik Kota Kediri Mandung Sulaksono. Dia menyebut pemanggilan akan dilakukan dalam waktu dekat. “Memang itu (kasus bunuh diri remaja, Red) jadi evaluasi kami. Makanya kami minta kepada bapak ibu guru untuk mendeteksi dini. Nanti dalam waktu dekat saya ketemu khusus dengan teman-teman guru BK,” ujar pria yang akrab disapa Mandung itu.
Mengingat guru-guru BK ini seharusnya memiliki keahlian untuk mendeteksi. Misalnya, kenapa anak ini sering bolos sekolah, kenapa anak ini wajahnya terlihat murung, dan sebagainya. Nantinya, apabila sudah mampu melakukan deteksi tersebut dan guru tidak bisa mengatasi maka bisa diarahkan ke Disdik. Ya, Disdik memiliki klinik pendidikan yang bisa dimanfaatkan.
“Anak-anak atas rekomendasi guru BK bisa dibawa ke sini (klinik pendidikan, Red). Deteksi awalnya apa dan nanti petugas yang akan menindaklanjuti,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, di klinik pendidikan ini anggota berasal dari pengawas, kepala sekolah hingga internal Disdik sendiri. Bahkan, kalau diperlukan akan ada psikiater. Dia pun menyebut jika saat ini masih dalam tahap penyusunan. Meski demikian, Mandung optimis jika program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberi manfaat.
“Cuma saya ingin ketemu guru BK itu terlebih dahulu. Karena mereka yang secara fakta lapangan dapat mendeteksi,” tegas Mandung.
Menurutnya, pertemuan dengan guru BK itu bukan untuk memberikan pelatihan atau pembekalan. Melainkan murni untuk mengumpulkan bahan guna mengambil langkah tindakan antisipasi awal.
“Hanya komunikasi dengan guru BK. Saya ingin bahan dari mereka untuk melakukan antisipasi awal,” tekannya. Diakui Mandung di dunia pendidikan saat ini tantangan semakin kompleks. Selain persoalan kesehatan mental juga ada pergaulan bebas yang sedang mengancam.
“Seperti kemarin BNN (badan narkotika nasional, Red) sudah masuk ada indikasi anak-anak narkoba. Maka saya minta BK cermat dan teliti dalam melihat anak-anak,” tandas Mandung. Dia pun mengajak kepada semua stakeholder terkait untuk lebih peduli. Sebab pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
Editor : Andhika Attar Anindita