Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Viral Kasus Joki UTBK 2026, Panitia Temukan Pemalsuan Dokumen di Beberapa Kampus

Khansa Dhiya Ramadhania • Rabu, 22 April 2026 | 11:55 WIB
Ilustrasi UTBK-SNBT 2026
Ilustrasi UTBK-SNBT 2026

JP Radar Kediri – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 diwarnai dengan temuan kecurangan serius.

Pada hari pertama pelaksanaan, panitia menemukan indikasi praktik perjokian di sejumlah lokasi ujian, termasuk di Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), UPN Veteran Jawa Timur, dan Universitas Negeri Malang.

Salah satu bentuk kecurangan yang terungkap adalah penggunaan jasa joki, di mana seseorang menggantikan peserta asli untuk mengerjakan ujian.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku diduga menggunakan identitas palsu hingga memanipulasi dokumen seperti KTP dan ijazah.

Di Unesa, panitia bahkan mengamankan terduga joki yang diketahui memalsukan identitas dengan mengganti foto pada data peserta.

"Melalui sistem pengawasan berlapis, panitia UTBK Universitas Negeri Surabaay berhasil menemukan indikasi adanya praktik perjokian yang melibatkan pemalsuan dokumen," ujar Martadi selaku Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa dikutip dari Jawa Pos.

Baca Juga: UTBK-SNBT 2026 Dimulai 21 April! Cek Lagi Materi Tes, Syarat Dokumen, dan Jadwal Pentingnya

Modus ini dilakukan agar pelaku dapat lolos verifikasi awal saat memasuki ruang ujian.

Temuan serupa juga terjadi di beberapa kampus lain, menunjukkan bahwa praktik ini tidak berdiri sendiri, melainkan berpotensi terorganisir.

Di Universitas Airlangga, panitia mendeteksi adanya peserta yang diduga menggunakan identitas berbeda dari tahun sebelumnya. Menariknya, peserta tersebut justru tidak hadir saat ujian berlangsung.

Dari hasil penelusuran, ditemukan bahwa foto peserta tersebut identik dengan data tahun sebelumnya, namun menggunakan nama yang berbeda.

Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya upaya perjokian yang gagal dilakukan.

Panitia menduga pelaku sengaja tidak hadir setelah mengetahui identitasnya sudah terdeteksi oleh sistem pengawasan.

Baca Juga: Siswa Tak Perlu Cemas, Wamendikdasmen Tegaskan TKA SD 2026 Bukan Penentu Kelulusan

Terungkap dari Kejanggalan Saat Verifikasi

Kasus perjokian ini mulai terungkap dari kejanggalan saat proses verifikasi peserta. Pengawas menemukan ketidaksesuaian antara data identitas resmi dengan orang yang hadir di lokasi ujian.

Meski secara visual foto terlihat sama, pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan adanya perbedaan yang mencurigakan.

Temuan tersebut langsung dicatat dalam berita acara dan dilaporkan ke panitia pusat untuk ditindaklanjuti.

Selain itu, ada indikasi bahwa beberapa peserta yang terlibat memilih program studi dengan tingkat persaingan tinggi, seperti kedokteran, yang kerap menjadi target praktik perjokian.

Baca Juga: Bukan Cuma Belajar, Ini Amalan Penting Sebelum Mengikuti UTBK SNBT agar Lolos PTN 2026

Ancaman bagi Integritas Seleksi

Kecurangan seperti perjokian tidak hanya merugikan peserta lain yang jujur, tetapi juga mencederai prinsip keadilan dalam pendidikan.

Jika tidak ditangani secara tegas, praktik ini dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem seleksi masuk perguruan tinggi.

Panitia UTBK sendiri menegaskan akan terus memperketat pengawasan serta melakukan evaluasi sistem guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#utbk 2026 #Joki utbk #Pemalsuan Dokumen #Kecurangan UTBK #SNBT 2026