KEDIRI, JP Radar Kediri–Lebih dari 15 ribu siswa kelas VI SD di Kabupaten Kediri mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) kemarin (20/4).
Dengan jumlah peralatan yang terbatas, tidak sedikit yang terpaksa meminjam laptop guru agar anak-anak bisa ujian serentak.
Untuk diketahui, di Kabupaten Kediri ada sekitar 15.700 siswa kelas VI SD yang mengikuti TKA. Mereka berasal dari 635 SD/MI.
Menyiasati keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras), anak-anak mengikuti ujian dalam empat gelombang. Masing-masing ada dua sesi setiap harinya.
Salah satu sekolah yang terpaksa meminjam laptop guru untuk ujian adalah SDN Gampengrejo. Kepala SDN Gampengrejo Wibisono mengatakan, jumlah laptop milik sekolah hanya enam unit. Padahal, sekolah butuh laptop 10 unit.
“Akhirnya kami pakai inventaris sekolah dan dibantu laptop milik guru supaya pelaksanaan TKA tetap lancar,” ujarnya.
Baca Juga: Matematika Jadi Momok Siswa SD, Sekolah Kebut Persiapan Perangkat Jelang TKA SD di Kediri
Selebihnya, menurut Wibisono mereka juga menjadikan laptop guru sebagai cadangan. Sehingga, jika ada kendala sewaktu-waktu bisa langsung difungsikan.
“Kami juga memasang Wi-Fi dan paket cadangan untuk digunakan saat koneksi utama bermasalah,” lanjutnya.
Persiapan yang dilakukan Wibisono bukannya tanpa alasan. Di SDN Sambiresik yang juga dipimpinnya kemarin ada satu laptop yang tidak bisa digunakan. Melihat itu, sekolah langsung mengambil laptop cadangan yang sudah disiapkan.
“Anak-anak tidak ada masalah. Kami terus memberi motivasi agar mereka tidak tegang,” terangnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mokhamat Muhsin menyebut, pihaknya menyiasati keterbatasan sarpras dengan menggelar TKA dalam beberapa gelombang dan sesi.
“Dengan begitu beban penyediaan sarana seperti laptop bisa lebih ringan sehingga semua siswa tetap bisa terlayani,” ungkapnya.
Baca Juga: Pekan Depan Mulai TKA, SD di Kota Kediri Ikut Gelombang Kedua
Muhsin meminta siswa mengikuti TKA dengan serius namun tetap santai. Orang tua harus memberi dukungan agar anak lebih percaya diri. Selebihnya, sekolah diminta menjaga integritas pelaksanaan ujian agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan siswa.
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto ikut mengingatkan pentingnya kesiapan semua pihak dalam pelaksanaan TKA. Ia meminta sekolah memastikan seluruh perangkat dan fasilitas pendukung tersedia dengan baik agar ujian berjalan lancar.
“Sekolah harus menyiapkan perangkat dengan baik," pintanya sembari mendorong seluruh perangkat yang terlibat melaksanakan tugas dengan penuh integritas.
Baca Juga: Belasan Siswa di Kabupaten Kediri Tak Ikut TKA, Begini Alasannya
Sementara itu, jika belasan ribu siswa SD di Kabupaten Kediri mengikuti TKA di gelombang pertama, 4.206 siswa kelas VI dari 142 SD di Kota Kediri baru mengikuti ujian mulai Rabu (22/4) hingga Kamis (23/4) lusa.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Kediri Achmad Wartjiantono menyebut Kota Kediri baru mengikuti TKA gelombang 2 karena kuota di gelombang 1 sudah habis.
“(Kuota TKA gelombang 1) secara nasional sudah penuh. Jadi (Kota Kediri) baru mengikuti di gelombang kedua,” tutur pria yang akrab disapa Anton itu. Selain gelombang kedua, menurutnya juga ada siswa yang mengikuti gelombang ketiga mulai 27-28 April nanti.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono memastikan, nilai TKA akan jadi komponen dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Hasil TKA perdana itu akan digunakan untuk SPMB jenjang SMP, khususnya di jalur prestasi akademik.
“Itu (nilai TKA) nanti akan disandingkan dengan nilai rapor. Untuk nilai rapor 40 persen, nilai TKA 60 persen,” ujar Mandung.
Mandung membeberkan, nilai rapor yang digunakan adalah rata-rata nilai dari 5 semester terakhir. Atau, mulai kelas IV semester 1 sampai kelas VI semester 1. Di jalur itu, pagu yang disediakan paling banyak 30 persen dari kuota jalur prestasi SMP yang ditetapkan 35 persen. (sad/ais/ut)
Editor : Andhika Attar Anindita