KEDIRI, JP Radar Kediri-Masyarakat yang tinggal di dekat sekolah kini tidak bisa bersantai lagi. Meski masih ada jalur domisili di Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK, pembobotannya tidak hanya menggunakan jarak saja. Melainkan juga menggunakan nilai rapor dan nilai tes kemampuan akademik (TKA).
Kasi SMA PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi mengatakan, untuk jalur prestasi akademik, kemampuan akademik yang jadi dasar pemeringkatan siswa terdiri dari dua komponen. Yaitu gabungan nilai rapor dan nilai TKA.
Nilai tersebut jadi pertimbangan utama seleksi. Sebelum kemudian mempertimbangkan jarak rumah dengan sekolah jika terdapat kesamaan nilai.
“Nilai akademik itu ditentukan dari 60 persen nilai rapor dan 40 persen dari hasil TKA,” ungkap pria yang akrab disapa Chairul itu.
Selain itu, nilai TKA juga akan digunakan untuk seleksi jalur domisili dan afirmasi prestasi akademik keluarga tidak mampu. Teknis pembobotan di jalur ini masih akan dipaparkan lebih lanjut.
Lebih jauh Chairul menegaskan, khusus untuk jalur domisili, kuota di jenjang SMA cukup banyak. Yakni mencapai 35 persen. Sedangkan kuota jalur prestasi nilai akademik SMA sebesar 25 persen.
“Untuk jalur domisili penentunya yang pertama nilai akademik dulu. Baru nanti jarak tempat tinggal terdekat ke satuan pendidikan. Nanti kalau masih tetap sama nilainya, dilihat usianya,” beber Chairul tentang teknis SPMB tahun ini.
Nilai akademik di jalur domisili, tutur Chairul, merupakan gabungan nilai rapor dan TKA. Bobotnya masing-masing 60 persen dan 40 persen.
Dengan begitu, siswa SMP/sederajat yang saat ini tengah mengikuti TKA harus mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh. Sebab, nantinya nilai TKA akan memengaruhi penerimaan siswa di jenjang SMA/SMK.
Baca Juga: Gladi Bersih TKA SMP se-Indonesia Diwarnai Sistem Error, Mayoritas Siswa di Kediri Gagal Login
Untuk diketahui, SPMB SMA/SMK 2026 akan digelar dalam 4 tahap yang meliputi beberapa jalur. Seluruhnya dilakukan secara online. Jika biasanya jalur domisili dibuka belakangan, di SPMB SMA/SMK tahun ini masih di tahap 1 atau di awal.
Selanjutnya, jalur afirmasi SMA/SMK, mutasi orang tua SMA/SMK, dan jalur prestasi hasil lomba SMA/SMK di tahap 2. Ada pula jalur nilai prestasi akademik SMA di tahap 3. Serta terakhir jalur nilai prestasi akademik SMK di tahap 4.
Di jenjang SMA, porsi kursi terbanyak ada di jalur domisili dengan kuota 35 persen. Disusul jalur afirmasi sebanyak 30 persen, prestasi nilai akademik 25 persen, serta prestasi hasil lomba dan mutasi orang tua/wali masing-masing 5 persen.
Sedangkan di jenjang SMK, porsi kursi paling banyak ada di jalur prestasi nilai dengan persentase 65 persen. Disusul jalur afirmasi dengan kuota 15 persen, domisili 10 persen, serta prestasi hasil lomba dan mutasi orang tua/wali masing-masing 5 persen.
Baca Juga: Gladi Bersih TKA SMP se-Indonesia Diwarnai Sistem Error, Mayoritas Siswa di Kediri Gagal Login
“Dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim menjadwalkan mulai Senin depan (13 April) kami sosialisasikan ke sekolah-sekolah,” tandas Chairul. (ais/ut)
Grafis Kuota SPMB SMA/SMK 2026:
Jenjang SMA:
- Jalur Domisili : 35 persen
- Jalur Afirmasi : 30 persen
- Jalur Mutasi Ortu/Wali : 5 persen
- Prestasi Hasil Lomba : 5 persen
- Prestasi Nilai Akademik : 25 persen
Jenjang SMK:
- Jalur Domisili : 10 persen
- Jalur Afirmasi : 15 persen
- Jalur Mutasi Ortu/Wali : 5 persen
- Prestasi Hasil Lomba : 5 persen
- Prestasi Nilai Akademik : 65 persen
Editor : Andhika Attar Anindita