Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hampir Seribu Pelajar SMA Kediri Raya Lolos SNBP, Sekolah ‘Pinggiran’ Merajai Jalur Undangan

Ayu Ismawati • Kamis, 9 April 2026 | 03:00 WIB
Pengendara motor melintas di depan SMAN 7 Kota Kediri. Sekolah itu menjadi lembaga dengan perolehan siswa yang lolos SNBP tertinggi se-Kediri Raya tahun 2026. (Foto: Ayu Isma)
Pengendara motor melintas di depan SMAN 7 Kota Kediri. Sekolah itu menjadi lembaga dengan perolehan siswa yang lolos SNBP tertinggi se-Kediri Raya tahun 2026. (Foto: Ayu Isma)

KEDIRI, JP Radar Kediri-Seperti tahun lalu, 2026 ini sekolah ‘pinggiran’ kembali merajai perolehan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Dibanding 2025, jumlah siswa yang diterima di jalur undangan ini juga meningkat.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, total siswa di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri yang lolos di jalur SNBP sebanyak 934 anak. Naik hingga 54 dibanding 2025 lalu yang hanya 880 anak.

Rinciannya, ada 419 siswa SMA Kota Kediri dari total 1.569 pendaftar. Sedangkan di Kabupaten Kediri ada 515 siswa dari total 2.063 pendaftar. 

Baca Juga: Siswa di Kediri Ramai-Ramai Ikut Bimbel Mandiri untuk SNBT imbas Gagal SNBP

“Kalau untuk perolehan jumlah terbanyak, untuk tahun ini secara keseluruhan adalah SMAN 7 Kediri sebanyak 64 siswa. Kalau tahun lalu yang tertinggi SMAN 4,” ungkap Kasi SMA PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi. 

Perolehan SMAN 7 itu sekaligus jadi yang tertinggi se-Kediri Raya. Sebab, di wilayah Kabupaten Kediri, sekolah dengan perolehan SNBP tertinggi didapatkan SMAN 1 Wates dengan 63 siswa.

Sebelumnya, yang mendapatkan perolehan tertinggi di wilayah Kabupaten Kediri adalah SMAN 1 Grogol. 

Menariknya, sekolah-sekolah itu tergolong sekolah ‘pinggiran’ dan bukan sekolah yang berlabel favorit.

Tren tersebut menurut Chairul sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Menurutnya perolehan SNBP memang selalu berganti-ganti tiap tahun. 

Baca Juga: Hanya 878 Siswa di Kediri Berhasil Lolos SNBP 2025, Ribuan Siswa harus Berebut Kuota SNBT

“Karena SNBP ini banyak faktor, ya. Untuk sekolah-sekolah favorit ini, biasanya anak-anak pilihannya selalu perguruan tinggi negeri yang favorit juga seperti UGM (Universitas Gadjah Mada), UI (Universitas Indonesia), ITB (Institut Teknologi Bandung), IPB (Institut Pertanian Bogor),” terangnya.

Dengan demikian, persaingan di perguruan tinggi favorit tersebut semakin ketat. Sehingga memengaruhi rasio siswa yang diterima dari suatu sekolah.

“Tapi itu nggak boleh menjadi alasan ya. Mereka juga harus berintrospeksi. Supaya ke depannya nanti juga tinggi yang diterima di SNBP,” harapnya. 

Di saat yang sama, sekolah-sekolah ‘pinggiran’ cenderung mulai menerapkan strategi dalam menghadapi SNBP.

Salah satunya dengan menargetkan perguruan tinggi dengan pesaing yang tidak sebanyak kampus-kampus besar. Seperti contoh, perguruan tinggi di Kediri maupun di wilayah Jawa Timur lainnya. 

Baca Juga: Berapa UKT dan IPI UM 2026? Ini Kisaran Biaya Kuliah di Universitas Negeri Malang Jalur SNBP, SNBT, dan Mandiri

“(Dengan strategi itu) peluangnya menjadi lebih tinggi karena persaingannya lebih kecil dibanding PTN favorit,” beber Chairul.  

Chairul menambahkan, pihaknya juga sudah memberi pemahaman itu kepada sekolah. Bahwa perguruan negeri tinggi yang berada di dekat sekolah asal juga bisa menjadi pilihan siswa yang bersaing di jalur SNBP. 

“Misalnya di sini kan juga ada perguruan tinggi negeri. Yang itu didirikan di sini juga dengan harapan supaya anak-anak Kediri kuliahnya nggak jauh-jauh. Tapi memang masih terbatas jurusan dan fakultasnya,” tandasnya, ditemui di kantor Cabdikdik Jatim Wilayah Kediri kemarin (8/4).

Chairul menegaskan, animo siswa menjajal peruntungan di jalur undangan itu juga masih tinggi.

Baca Juga: Pengumuman SNBP 2026 Hari Ini Pukul 15.00 WIB: Ini Link Mirror dan Langkah jika Dapat "Tiket Biru"

Meski di beberapa sekolah, diakuinya masih ada SMA yang dihadapkan dengan kendala status blacklist dari perguruan tinggi.

Penyebabnya, siswa tidak melanjutkan daftar ulang saat sudah diumumkan diterima di jalur SNBP. 

“Itu (blacklist, Red) juga terkadang menjadi kendala sekolah. Terkadang anak-anak sudah diterima di PTN lewat SNBP, tapi tidak daftar ulang. Itu menjadikan sekolah mendapat penilaian yang kurang baik dari perguruan tinggi,” ungkapnya, yang mewanti-wanti agar siswa yang sudah diumumkan lolos SNBP segera melanjutkan proses pendaftaran. (ais/ut)

Editor : Andhika Attar Anindita
#seleksi nasional berdasarkan prestasi #perguruan tinggi negeri #SNBP #kediri raya #sma