KEDIRI, JP Radar Kediri- Try out, atau uji coba, tes kemampuan akademik (TKA) memang telah berlangsung beberapa kali. Namun, kesiapan siswa jenjang sekolah dasar (SD) untuk mata pelajaran matematika ternyata masih kurang.
Mereka masih kesulitan mengerjakan soal-soal berhitung tersebut.
Setidaknya, gambaran tersebut diperoleh dari pengakuan para siswa kelas 6 di beberapa SD di Kota Kediri ini. Mereka mengaku masih perlu mempersiapkan diri lebih matang menjelang pelaksanaan TKA April mendatang.
“Matematika, sih, yang sulit sekali. Untuk 30 soal itu menurut saya waktunya sangat mepet,” aku Putri Zuhairini, siswa salah satu SD negeri di Kota Kediri.
Bocah perempuan asal Kelurahan Banjaran ini telah mengikuti tiga kali try out. Pada try out terakhir, hasil untuk mata pelajaran matematika masih di bawah target. Dia mendapat nilai 60-an untuk mapel tersebut.
Berbeda dengan perolehan nilai mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia. Di mapel itu Putri mendapat nilai bagus, di atas 90.
“Masih harus belajar lagi,” akunya.
Hal serupa diakui Muhammad Naufal Adinata, pelajar SD lainnya di Kota Kediri. Menurut bocah ini, model soal matematika dalam TKA masih terlalu sulit. Itu pula yang masih membuatnya khawatir jelang pelaksanaan tes tersebut bulan depan.
“Soalnya masih banyak yang sulit-sulit,” keluh Naufal.
Sedangkan untuk pelaksanaan tes yang berbasis komputer atau laptop, menurutnya tidak ada kendala berarti. Penggunaan komputer juga lebih efisien. Asal tidak ada kendala teknis yang terjadi.
“Kalau di awal-awal dulu mungkin masih sering error. Tapi try out terakhir sudah lancar. Tinggal klik-klik saja,” katanya.
Berbeda dengan materi mapel yang masih jadi kesulitan, secara teknis pelaksaan TKA sudah kian matang. Setidaknya bila berkaca dalam pelaksanaan simulasi yang berlangsung kemarin (5/3).
Simulasi tersebut diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Diikuti oleh ratusan SD baik negeri maupun swasta di Kota Kediri. Simulasi ini berlangsung mulai 2 hingga 8 Maret.
Salah satu sekolah yang kemarin mengikuti simulasi adalah SDN Banjaran 5. Sekolah ini mengikuti simulasi dua hari terakhir. Berbeda dengan try out, simulasi lebih menekankan pengujian kesiapan aplikasi dan jaringan. Khususnya di masing-masing sekolah.
“Ini tadi alhamdulillah lancar. Jaringan internetnya juga di sini stabil karena wifinya ada dua. Di atas (laboratorium komputer milik sekolah ini, Red) ada wifi sendiri,” terang Kepala SDN Banjaran 5 Hindiyah Sirya Artati.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Achmad Wartjiantono mengatakan, hasil pelaksanaan simulasi itu akan menjadi bahan evaluasi.
Khususnya dalam menimbang kesiapan sarpras sekolah maupun pemerintah dalam melaksanakan TKA.
“Simulasi (untuk jenjang SD) ini kan masih berlangsung sampai tanggal 8 Maret. Dan sekolah diberi kebebasan untuk ikut di tanggal berapa, yang penting harus ikut simulasi,” beber pria yang akrab disapa Anton itu. (ais/fud)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita