KEDIRI, JP Radar Kediri— Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri memperpanjang masa pendaftaran Home Visit anak tidak sekolah (ATS) Awards 2026.
Perpanjangan dilakukan untuk memperluas dampak program penanganan anak tidak sekolah.
Harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti sebatas seremoni lomba semata.
Melainkan benar-benar memberi dampak terhadap penurunan angka ATS di Kabupaten Kediri.
“Agar dampaknya bisa lebih luas,” ujar Kepala Disdik Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melalui Kasi Kurikulum SMP Wawan Sarudi.
Karena itu, kesempatan bagi masyarakat maupun pihak terkait untuk mendaftar masih terbuka.
“Masih dibuka terus, kemungkinan sampai hari raya. Namun, saat ini masih dalam pembahasan. Nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” tegasnya sembari menyebut bahwa masyarakat masih bisa mendaftar.
Wawan menjelaskan, saat ini tercatat sekitar 11 ribu nomor induk kependudukan (NIK) yang masuk kategori anak tidak sekolah.
Setelah Home Visit ATS Awards 2026 dibuka dan digencarkan, terdapat penurunan sekitar seribu anak. Capaian itu dinilai positif.
Namun belum maksimal. Disdik berharap angka penurunan bisa melampaui capaian sementara tersebut.
Menurut dia, perpanjangan waktu ini menjadi momentum untuk mengoptimalkan sosialisasi.
Terutama kepada unsur non guru dan tenaga kependidikan (non-GTK) yang dinilai belum maksimal terlibat.
Disdik juga akan menggandeng kecamatan, desa, serta lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat gerakan bersama.
“Rencananya juga akan dibentuk kelompok kerja (pokja) lintas OPD guna memastikan penanganan ATS berjalan optimal,” tegasnya.
Dengan langkah itu, Disdik berharap ATS Award tidak sekadar menjadi ajang penghargaan.
Tetapi menjadi pintu masuk kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten Kediri.
Untuk diketahui, kegiatan ini diikuti peserta dari tiga kelompok utama. Pertama, kelompok guru dan tenaga kependidikan dari semua jenjang.
Mulai TK, SD hingga SMP. Kedua, peserta mandiri dari unsur desa, seperti PKK, karang taruna, hingga kepala desa.
Ketiga, unsur organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Kediri, yang terbuka bagi seluruh pegawai Pemkab Kediri.
Dari tiga kelompok tersebut, panitia menetapkan delapan kategori penilaian. Pada masing-masing kategori akan dipilih tiga peserta favorit berdasarkan kriteria dan capaian yang telah ditentukan.
Total reward yang disiapkan Disdik Kabupaten Kediri mencapai Rp 120 juta.
Menurut Wawan, penilaian tidak hanya melihat jumlah anak yang berhasil dikembalikan ke sekolah.
Tetapi juga inovasi, konsistensi, serta peran aktif peserta dalam melakukan pendampingan dan pendekatan ke keluarga anak ATS. Dengan begitu, program ini diharapkan tidak sekadar seremonial, melainkan berdampak nyata.
“Ini kami lakukan dalam rangka mengapresiasi upaya semua pihak. Harapannya, masyarakat Kediri semakin semangat dan tergerak bersama-sama menurunkan angka ATS,” tandas Wawan.
Disdik Kabupaten Kediri optimistis, kolaborasi lintas sektor melalui ATS Awards 2026 dapat memperkuat komitmen bersama dalam memastikan setiap anak di Kabupaten Kediri mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Bagi yang berminat ikut bisa mendaftar di link https://s.id/ALLHomeVisitATSAward2026. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di Instagram disdikkabkediri dan radarkedirievent. Bisa juga menghubungi narahubung di 0856451761.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : rekian