KEDIRI, JP Radar Kediri- Minat siswa untuk kembali ke lembaga bimbingan belajar (bimbel) mengalami peningkatan.
Siswa SD dan SMP mulai berbondong-bondong untuk mencari tempat belajar untuk mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Tingginya permintaan siswa yang ingin ikut les di bimbel itu diakui Firda, 26, guru bimbel rumahan asal Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.
Menurutnya, kebijakan TKA yang berlaku tahun ini untuk jenjang SD dan SMP berpengaruh terhadap permintaan bimbel tambahan.
“Banyak yang tiba-tiba ingin les sama aku tapi dadakan. Jadi cuma pas waktu mau ujian saja,” ungkapnya.
Di awal tahun ini, sudah ada empat orang yang meminta bimbel khusus untuk persiapan TKA. Beberapa orang harus ditolak.
Selain kuota bimbel privat yang terbatas, dia tidak bisa melayani permintaan bimbel dadakan sebelum try out atau ujian.
“Kalau yang minta dadakan, aku tolak. Karena aku sistemnya menerangkan materi. Kalau aku menerima permintaan dadakan, aku kurang bisa fokus dengan materi yang diujikan,” terang pemuda yang sudah membuka jasa bimbel privat sejak beberapa tahun terakhir itu.
Permintaan itu juga diakui jasa bimbel berskala besar. Sutanto, Kepala Cabang Neutron Kota Kediri, mengatakan permintaan bimbel baru mulai tahun ini memang cenderung meningkat. Khususnya yang meminta program khusus persiapan TKA.
Namun, tak sedikit pelajar atau orang tua pelajar yang masih sekadar mencari-cari informasi terkait TKA.
“Beberapa masih tanya-tanya saja. Kemungkinan karena info tentang pentingnya TKA belum begitu merata,” ujar kepala cabang bimbel Neutron Yogyakarta di Kota Kediri itu.
Peningkatan permintaan itu menurutnya saat ini banyak berasal dari siswa kelas 9 SMP dan 6 SD. Mayoritas mereka mencari bimbel tambahan di luar sekolah untuk mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan TKA pada 6 – 16 April untuk jenjang SMP. Serta, 20 – 30 April mendatang untuk jenjang SD.
“Pada saat yang sama dibanding tahun lalu, peminat bimbingan belajar kelas 9 SMP dan 6 SD ada kenaikan kurang lebih sekitar 20 – 30 persen. Jadi memang belum naik drastis, kemungkinan karena ada beberapa orang tua atau siswa yang belum memahami pentingnya TKA,” ungkapnya.
Untuk diketahui, tahapan TKA SD-SMP sudah dimulai dengan pembukaan pendaftaran akun peserta.
Pendaftaran itu mulai sejak 19 Januari– 28 Februari. TKA untuk SD-SMP akan lebih sederhana dibanding TKA SMA di tahun sebelumnya.
Yakni, siswa hanya dihadapkan dengan dua mata pelajaran berupa matematika dan Bahasa Indonesia. Tanpa mata pelajaran pilihan sebagaimana ditemui di jenjang SMA/sederajat. (ais/rq)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Andhika Attar Anindita