KEDIRI, JP Radar Kediri-Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pertama bagi siswa SD dan SMP membuat mereka dihantui rasa khawatir. Para siswa kelas 6 SD dan 9 SMP ini memilih mematangkan persiapan.
Salah satunya dengan latihan soal menggunakan akal imitasi (AI) dan mengikuti bimbingan belajar khusus.
Seperti diungkapkan Abhimanyu Rastyadinata Putra. Siswa kelas 9 di salah satu SMP negeri di Kota Kediri itu mengaku mulai ekstra mempersiapkan diri. Khususnya dengan latihan-latihan soal sepulang sekolah.
“Saya mulai mencari referensi dari media sosial seperti TikTok dan YouTube terkait TKA, termasuk soal-soal olimpiade tahun lalu,” ujar pelajar berusia 14 tahun itu.
Itu dia lakukan agar terbiasa menganalisa dan menjawab soal-soal serupa TKA. Selain itu, dia juga memanfaatkan teknologi seperti AI atau kecerdasan buatan. Yaitu untuk membuat soal-soal latihan yang serupa dengan bentuk soal TKA.
“Sekarang kan lebih menambah lagi jam belajar di rumah. Di rumah saya pakai peralatan yang ada seperti laptop untuk cari contoh soal-soal pakai AI. (Dengan AI) juga bisa membantu menganalisa perbaikan untuk kesalahan saya, efisiensi waktu, atau apapun yang diperlukan,” ungkap pelajar asal Kelurahan Ngampel, Mojoroto itu.
Meski sudah melakukan persiapan ekstra, diakuinya TKA yang akan digelar April mendatang tetap membuatnya khawatir. Utamanya untuk mata pelajaran bahasa Indonesia yang baginya butuh persiapan lebih matang.
“Yang juga dikhawatirkan itu ketegangan waktu mengerjakan soal. Karena mental saya kurang. (Karena tegang saat mengerjakan soal, Red) tangan saya kadang bergetar. Jadi tidak efisien buat ngerjakan soal,” akunya.
Persiapan jauh-jauh hari juga dilakukan Yuhana Putri Nastiti, siswa kelas 9 dari SMP negeri di Kota Kediri. Jika Abhimanyu memilih menambah jam belajar di rumah, Yuhana memutuskan mengambil bimbingan belajar (bimbel) mandiri di luar sekolah.
“Kebetulan aku ikut bimbel. Jadi di sana itu setiap bulan kami dikasih try out TKA. Jadi seperti latihan soal yang nanti bisa mengukur kemampuan siswanya dari situ,” kata pelajar berusia 15 tahun itu.
Bagi Yuhana, persiapan tidak hanya dilakukan dari sisi pemahaman materi saja melalui latihan mengerjakan soal. Melainkan juga membiasakan diri mengerjakan puluhan soal dalam waktu yang sudah ditentukan.
“Latihan pengefisienan waktu juga. Biar waktu mengerjakan itu tidak kehabisan waktu,” aku pelajar asal Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota itu.
Senada dengan Abhimanyu, bagi Yuhana, mata pelajaran bahasa Indonesia justru yang paling dikhawatirkannya. Di sisa waktu ini, dia maksimalkan dengan berlatih menganalisa soal. Khususnya untuk mengejar target yang dia tetapkan sendiri.
“Kalau target pasti nilainya sempurna kalau bisa. Inginnya itu biar bisa masuk SMA impian,” harapnya.
Untuk diketahui, tes untuk siswa SD dan SMP yang digelar serentak oleh Kemendikdasmen itu akan berlangsung pada April mendatang. Rencananya, pelaksanaan TKA SD dan SMP itu akan diintegrasikan dengan Asesmen Nasional (AN). Mengawali tahapan itu, pendaftaran telah dibuka mulai 19 Januari hingga 28 Februari mendatang.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita