KEDIRI, JP Radar Kediri-Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mengusulkan agar Tes Kemampuan Akademik (TKA) bisa digelar dalam empat gelombang dan tiga sesi.
Usulan tersebut dilontarkan untuk mengatasi kekurangan komputer hampir di semua SD dan SMP.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melalui Kasi Kurikulum SMP Wawan Sarudi mengatakan, sesuai hasil koordinasi dengan proktor, ada beberapa skema yang diusulkan untuk diterapkan di TKA April nanti.
“Kami usulkan menggelar TKA empat gelombang dengan tiga sesi di tiap gelombangnya,” kata pria yang akrab disapa Wawan itu.
Opsi itu digagas sebagai solusi sedikitnya jumlah komputer di sekolah. Jika TKA dibagi dalam empat gelombang dan digelar tiga sesi, jumlah komputer yang dibutuhkan jauh lebih sedikit.
“Ini solusi termudah dan termurah,” lanjut Wawan.
Meski demikian, teknis tersebut menurutnya baru sekadar usulan. Adapun untuk pelaksanaan nanti masih menunggu teknis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Bagaimana jika usulan Disdik Kabupaten Kediri itu tidak disetujui? Wawan menyebut pihaknya akan melakukan peminjaman komputer ke SMA atau SMK.
"Untuk kepastiannya (teknis pelaksanaan TKA) masih menunggu,” tandasnya.
Jumlah komputer yang minim jadi problem hampir semua sekolah di Kabupaten Kediri. Di SMPN 2 Kras, misalnya. Dengan jumlah siswa kelas IX sebanyak 178 anak, mereka hanya punya 25 unit komputer dan satu laboratorium komputer saja.
“Minimal perlu tiga laboratorium komputer,” ungkap Waka Kurikulum SMPN 2 Kras Rodliyatin tentang jumlah komputer yang dipastikan tidak mencukupi.
Mengatasi hal tersebut, Rodliyatin mengaku menyiapkan skema sewa komputer. Sebelum mengeksekusinya, mereka masih menunggu juknis dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.
“Walaupun komputer kurang tapi untuk jaringan sudah aman,” tandasnya memastikan sekolah akan mengikutkan semua siswa kelas IX meski tes tersebut tidak bersifat wajib.
Untuk diketahui, di TKA SMA/SMK kemarin sekolah juga menggelar tes dalam dua gelombang. Masing-masing gelombang diisi tiga sesi.
Dengan jumlah siswa yang lebih banyak, opsi pelaksanaan tes dengan empat gelombang dan tiga sesi sangat memungkinkan dilaksanakan untuk mengatasi kekurangan jumlah komputer.
Sementara itu, selain menyiapkan sarpras pelaksanaan TKA, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri mengirim bank soal TKA ke Kemendikdasmen lewat Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono melalui Kabid Pendidikan Dasar Achmad Wartjiantono menyebut, kementerian meminta setiap daerah mengirimkan bank soal.
“Dan Kota Kediri juga sudah mengirimkan tim pembuat soal. Dan tidak hanya Kota Kediri. Semua daerah dimintai untuk analisa soal,” ungkap pria yang akrab disapa Anton itu.
Pemerintah Pusat, diakui Anton, tetap mempertimbangkan usulan dari daerah dalam menyusun soal TKA. Tim analisa soal berkumpul di provinsi. Selanjutnya dikirim ke Kemendikdasmen.
Untuk diketahui, kemarin merupakan hari kedua sejak pendaftaran TKA SD-SMP dibuka. Namun, pendaftaran siswa belum kunjung dilakukan.
Disdik masih berkoordinasi dengan Provinsi Jatim terkait username dan password yang dibutuhkan oleh operator masing-masing sekolah untuk mengakses situs pendaftaran TKA.
“Ini tadi (20/1) ada beberapa sekolah yang masuk ke laman TKA juga masih belum bisa. Dan dari provinsi maupun kementerian juga masih meminta untuk menunggu dulu,” jelasnya.
Dalam pendaftaran nanti, menurut Anton sekolah tidak hanya menghimpun dan mengaktifkan akun pendaftaran siswa. Melainkan juga memverifikasi data siswa.
Termasuk membersihkan residu atau kekeliruan data yang dimungkinkan muncul saat proses pendataan pada data pokok pendidikan (dapodik) itu.
“Jadi misalnya namanya tidak sinkron dengan data kependudukan. Atau NIK-nya (yang tidak sinkron atau belum terisi, Red). Jadi istilahnya membetulkan data di dapodik,” tandas Anton tentang hal yang perlu jadi perhatian sekolah.
Jika data tidak sinkron, sekolah harus berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk perbaikan.
“Kami juga sudah mulai memantau melalui admin dinas. Mungkin ada sekolah-sekolah yang belum clear (sinkronisasi data), kami langsung sampaikan melalui admin dinas,” imbuhnya.
Persiapan TKA:
-Disdik menginstruksikan sekolah untuk memverifikasi ulang data siswa agar sama dengan data di data pokok kependidikan (dapodik) dan data dispendukcapil
-Data yang tidak sinkron berpotensi membuat siswa ‘nyantol’ atau tidak bisa mendaftar untuk mengikuti TKA
-Sembari memverifikasi data siswa, sekolah juga menyiapkan sarpras pendukung TKA terutama komputer
-Disdik Kabupaten Kediri mengusulkan TKA bisa digelar empat gelombang dan masing-masing tiga sesi agar sekolah tak perlu menyewa komputer tambahan
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian