KEDIRI, JP Radar Kediri- Puluhan jabatan kepala sekolah yang harus dirangkap pejabat sementara akhirnya ditambal.
Sebanyak 61 kepala TK, SD, dan SMP resmi dikukuhkan kemarin (29/12). Kini tak ada lagi kekosongan jabatan kepala sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Kediri.
Puluhan kepala sekolah yang dilantik mayoritas merupakan guru SD. Rinciannya, 53 kepala SD. Kemudian tiga kepala lembaga TK. Lalu, lima orang kepala SMP.
Tak hanya promosi untuk mengisi jabatan baru, beberapa juga dimutasi ke lembaga lain.
Vinanda menegaskan, posisi kepala sekolah itu bukan sekadar jabatan struktural. Melainkan jabatan strategis sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab menentukan arah kebijakan sekolah.
Utamanya terkait peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing.
“Sehingga saya titip pesan kepada beliau-beliau ini untuk selalu meningkatkan kompetensinya dan selalu berkoordinasi dan berkomunikasi antarguru,” ujar Vinanda saat ditemui usai memimpin pelantikan di ruang Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Kediri, kemarin.
Sebab sebagai guru sekaligus kepala sekolah, mereka menghadapi tantangan yang tak mudah. Di era sekarang, pendidikan dihadapkan dengan perkembangan digital yang pesat.
Salah satunya dari maraknya penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Transformasi digital itu menuntut kesiapan guru agar bisa memanfaatkan teknologi digital itu dengan bijak.
“Karena kita tidak hanya harus memberikan pendidikan akademik saja. Tetapi juga pendidikan karakter,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono menambahkan, pengisian jabatan kepala sekolah dilakukan melalui mekanisme pendaftaran.
Total ada sekitar 80 pendaftar yang mengikuti seleksi administrasi.
“Sekarang otomatis sudah tidak ada plt (pelaksana tugas), semua sudah definitif,” tegas Mandung.
Tak hanya adaptasi dengan perkembangan digital. Mandung mengatakan tugas kepala sekolah yang baru juga meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing.
Tujuannya, tidak ada lagi favoritisme terhadap lembaga-lembaga pendidikan tertentu.
“Kemarin kami juga ada pembicaraan dengan teman-teman pengawas, khususnya SD dan SMP,” ungkapnya.
Dengan peningkatan akreditasi itu diharapkan bisa mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan.
Mandung mengungkapkan, di tahun ini, seluruh SMP negeri di Kota Kediri sudah memiliki akreditasi A. Sehingga seluruh lembaga sudah memiliki kualitas pendidikan yang setara.
“Semestinya begitu (tidak ada favoritisme, Red). Tetapi ini (kami upayakan, Red) bagaimana masyarakat kita bisa memahami itu. Makanya kami gencar memberikan pemahaman,” pungkas Mandung. (ais/tar)
Editor : rekian