Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Alasan Pemkab Kediri Lakukan Merger 40 Sekolah yang Kekurangan Murid

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 2 Desember 2025 | 19:54 WIB
Bupati Hanindhito Himawan Pramana (batik cokelat) menyapa para guru yang mengikuti sosialisasi profiling di SMPN 3 Grogol, kemarin.
Bupati Hanindhito Himawan Pramana (batik cokelat) menyapa para guru yang mengikuti sosialisasi profiling di SMPN 3 Grogol, kemarin.

JP Radar Kediri-Sekitar 40 sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Kediri terpaksa dimerger atau digabung. Hal tersebut ditempuh Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri setelah mereka kesulitan mendapatkan murid.

Penggabungan 40 sekolah di Kabupaten Kediri itu dibenarkan oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Menurutnya, dari sekitar 611 SD di Kabupaten Kediri, dimerger menjadi tinggal sekitar 570 sekolah saja. Hal tersebut menurutnya dilakukan karena jumlah siswa di sana terus menurun.

“Ada sekitar 40 sekolah yang saat ini tidak difungsikan,” ungkapnya.

Untuk apa gedung dan lahan puluhan SD negeri itu? menurut Dhito pemkab akan mengalihkan peruntukannya. Salah satunya untuk pendirian program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menambahkan, dinas pendidikan terus melakukan sejumlah upaya agar minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke negeri kembali tinggi. Salah satunya dengan perbaikan sarana-perasarana dan pemenuhan kebutuhan guru.

Di akuinya, di puluhan sekolah yang dimerger itu memang kekurangan murid. Hal itu menurut Muhsin terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya, jumlah penduduk usia sekolah di desa yang berkurang.

“Yang kedua, adanya sekolah-sekolah swasta yang berdiri di sekitar sekolah itu. Dan itu satu hal yang wajar ya,” terangnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kediri, menurut Muhsin yang penting anak-anak bisa bersekolah. Karenanya, dinas pendidikan mengambil kebijakan merger.

Untuk gedung sekolah yang tidak difungsikan, menurut Muhsin tidak hanya untuk KDMP saja. Melainkan juga bisa untuk layanan pendidikan PAUD, layanan pendidikan nonformal, untuk PKBM dan lainnya.

“Yang penting bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan Muhsin, disdik akan meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat kembali melirik SD negeri. Salah satunya, dengan mengerek kualitas guru dan sarpras sekolah.

Untuk diketahui, kemarin Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri melakukan profiling guru SD dan SMP se-Kabupaten Kediri. Hal tersebut menurut Muhsin juga merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas. Sehingga, masyarakat kembali tertarik menyekolahkan anaknya di SD dan SMP negeri.

“Profiling ini untuk melihat kualitas guru. Jadi acuan untuk peningkatan nantinya,” jelasnya.

Pemkab Kediri bekerja sama dengan Putra Sampoerna Foundation untuk melakukan profiling 7.200 guru. Baik negeri maupun swasta. Tujuannya agar Kabupaten Kediri memiliki peta dan data yang jelas atas kapabilitas guru dan detail profil lainnya.

“Nantinya data ini digunakan untuk pengembangan satuan pendidikan. Dengan data itu kita bisa mengetahui aspek mana yang perlu diperbaiki, mana yang masih lemah, dan mana yang sudah kuat,” sambung Bupati Dhito lagi.

Dengan profiling guru tersebut, menurut Dhito nantinya kualitas SD dan SMP di Kabupaten Kediri bisa merata. Sama baiknya.

“Bukan hanya satu atau dua sekolah yang menjadi favorit, tetapi seluruh sekolah bisa menjadi sekolah yang layak,” jelasnya. (*)

Editor : Mahfud
#Jumlah Siswa #kepala dinas pendidikan #kekurangan murid #merger