Bahkan lembaga yang menerima tidak hanya sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tapi juga ada dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), dan sekolah luar biasa (SLB).
“Untuk SLB datanya ada di cabang dinas (Provinsi Jatim, Red),” ujar Kepala Disdik Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin.
Adapun rincian lembaga yang menerima instalasi interaktif flat panel. Yakni 316 PAUD, 421 SD, 85 SMP dan 15 PKBM. “Kalau saat ini masih ada yang belum dapat, mungkin bulan depan atau tahun depan, asalkan sudah masuk dapodik maka semua akan menerima,” lanjut Muhsin.
Sementara, sekolah yang belum bisa menerima alokasi teknologi dari Presiden Prabowo Subianto adalah yang belum terdaftar di dapodik. Atau sekolah yang baru terbit izin operasional dan yang sudah tutup operasional.
“Kalau yang baru terbit otomatis belum terdata di dapodik,” jelasnya. Sedikitnya, ada empat sekolah yang belum bisa menerima alokasi instalasi interaktif flat panel karena belum terdaftar dapodik.
Sejauh ini, guru di masing-masing kecamatan sudah melakukan bimbingan teknis. Kedepannya akan ada desiminasi. Mereka akan disebarkan ke sekolah lain untuk menyebarkan ilmunya.
“Melalui komunitas belajar. Seperti MGMP, MKKS dan sebagainya. Sisi lain ada tutorial juga di laman Kemendikdasmen,” jelasnya.
Manfaat instalasi interaktif flat panel ini digunakan untuk pembelajaran sehari-hari sebagai media pembelajaran digital.
Terpisah, Kepala SMPN 2 Ngasem Sulistyo Wulandari mengaku sudah menerima instalasi interaktif flat panel. Nantinya, media itu akan digunakan untuk pembelajaran di sekolahnya. “Di tempat kami sudah disetel di ruang guru,” terangnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian