KEDIRI, JP Radar Kediri - Pembangunan Masjid Zul Hidayat di SMAN 1 Kediri resmi dimulai, kemarin. Momen ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Zuli Rantauwati selaku donator utama, Kacabdindik Wilayah Kediri Adi Prayitno, dan keluarga besar Smast.
Acara berlangsung bersahaja dan penuh khidmat di gazebo belakang SMAN 1 Kediri. Adi memberikan apresiasi atas inisiatif pembangunan masjid ini. Menurutnya, keberadaan masjid Zul Hidayat bukan hanya akan melengkapi fasilitas sekolah. Tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter religius dan moral bagi para siswa.
“Pendidikan bukan hanya tentang akademik, tapi juga pembentukan akhlak. Kehadiran masjid ini akan menjadi ruang spiritual yang penting bagi warga sekolah,” ujar Adi dalam sambutannya.
Pembangunan masjid ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Terutama dari Zuli Rantauwati. Sebelumnya perempuan asal Nganjuk tersebut juga telah mendirikan masjid di SMAN 1 Mojo. Kemudian dilanjutkan di Smast dalam rangka mewujudkan pembangunan 1.000 Masjid.
Dalam kesempatan tersebut, Zuli mengungkapkan harapannya agar masjid ini dapat menjadi tempat menumbuhkan nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan kebaikan. “Saya berharap Masjid Zul Hidayat bisa menjadi pusat kegiatan keagamaan yang hidup dan membawa manfaat besar. Tidak hanya untuk siswa tapi juga masyarakat sekitar,” harapnya.
Sementara itu, Plt Kepala SMAN 1 Kediri Arif Syah Putra menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan semua pihak. Arif menegaskan bahwa pembangunan masjid ini bukan sekadar proyek fisik. Tetapi juga simbol pembangunan karakter dan spiritualitas siswa.
“Pembangunan Masjid Zul Hidayat ini adalah langkah penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual. Tetapi juga berakhlak mulia. Kami bersyukur atas dukungan Ibu Zuli Rantauwati dan semua pihak yang turut membantu,” tutur Arif.
Ketua Komite SMAN 1 Kediri Arif Hidayatullah juga menyampaikan dukungannya terhadap proyek ini. Menurutnya, pembangunan masjid merupakan bentuk sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang utuh.
“Kami dari komite siap mendukung sepenuhnya pembangunan ini. Semoga masjid ini membawa dampak yang positif terutama dalam pembentukan akhlak anak-anak kami,” terangnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan prosesi simbolik peletakan batu pertama oleh para tamu kehormatan. Suasana haru dan semangat gotong royong terlihat dari seluruh peserta yang hadir.
Editor : Anwar Bahar Basalamah