Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini yang Terjadi di SMP Negeri 1 Kota Kediri untuk Ajarkan Toleransi lewat Moderasi Beragama

Ayu Ismawati • Kamis, 6 November 2025 | 20:53 WIB
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wawali Qowimuddin mengecek pura baru di SMPN 1 Kediri kemarin. Sekolah di Jl Diponegoro itu menjadi SMP moderasi beragama kedua di Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wawali Qowimuddin mengecek pura baru di SMPN 1 Kediri kemarin. Sekolah di Jl Diponegoro itu menjadi SMP moderasi beragama kedua di Kota Kediri.

JP Radar Kediri-Toleransi beragama dipupuk sejak dini di Kota Kediri. Para pelajar dididik untuk toleran. Salah satunya di sekolah moderasi beragama yang memfasilitasi tempat ibadah untuk lima agama.

Kemarin, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meresmikan tiga tempat ibadah baru di SMP 1 Kediri. Keberadaan tempat ibadah itu sekaligus membuat sekolah di Jl Diponegoro Kota Kediri tersebut menjadi sekolah moderasi beragama kedua di Kota Kediri.

Selain kurikulum yang disesuaikan, sekolah moderasi beragama juga menyiapkan tempat ibadah untuk lima agama. Yakni gereja yang jadi tempat ibadah untuk umat Kristen dan Katolik, masjid untuk umat Islam, pura untuk umat Hindu, dan Wihara untuk umat Buddha. ‘Kerukunan’ juga ditunjukkan dengan keberadaan pura dan wihara yang berdampingan di sana.

Vinanda mengatakan, sebelum SMPN 1 Kediri menjadi sekolah moderasi beragama, SMPN 4 Kediri juga memfasilitasi siswa-siswinya dengan tempat ibadah yang representatif.

“Ini bertambah lagi (sekolah moderasi beragama). Ke depannya harus semakin banyak sekolah moderasi. Kalau bisa setiap sekolah mengusung sekolah moderasi beragama,” ujar Vinanda yang kemarin juga menghadiri dies natalis SMPN 1 Kediri itu.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, peresmian tempat ibadah itu juga dihadiri oleh perwakilan pemangku agama masing-masing. Kemarin Vinanda juga mengecek tempat ibadah untuk lima agama. Mulai Gereja Kristen El Shadai, Ruang Agama Katolik Santo Yohanes Paulus, Masjid Al Ikhlas, hingga wihara dan pura.

“Ini (tempat ibadah untuk lima agama) untuk mendukung moderasi beragama dan mengajari anak-anak sikap toleran,” paparnya.

Kepala SMPN 1 Kediri Satriyani Widyawati Rahayu mengatakan, Masjid Al Ikhlas yang baru selesai direnovasi bisa menampung lebih dari seribu siswa.

“Tahun ini kami melengkapi tempat ibadah di sekolah untuk agama Hindu dan Buddha,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono menambahkan, jika kemarin baru ada dua SMP moderasi beragama, ke depan pihaknya akan menambah lebih banyak sekolah lagi.

“Insya Allah nanti kita tindaklanjuti untuk beberapa sekolah. Jadi SMP 1 sampai 9. Dan kita terus kerja sama juga dengan FKUB dan Kemenag (untuk pembentukan sekolah moderasi beragama,” terang Mandung.

Senada dengan Vinanda, dengan adanya sekolah moderasi agama, Mandung berharap kerukunan dan toleransi beragama bisa tumbuh subur di lingkungan pendidikan. Sebab, anak-anak bisa dengan leluasa beribadah sesuai agama masing-masing di sekolah.

“Moderasi beragama juga termasuk kaitannya dengan pembelajaran beragama, anak-anak bisa saling diskusi antaragama. Tadi (5/11) juga ada tempat khusus ruang moderasi beragama untuk berkumpulnya anak-anak dari semua agama sebagai tempat diskusi dengan didampingi guru agama masing-masing,” tandas Mandung. (*)

Editor : Mahfud
#gereja kristen #pura #agama katolik #masjid al ikhlas #Sekolah Moderasi #toleransi beragama #vihara