Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mensos RI Gus Ipul Harap Gedung Permanen Sekolah Rakyat Kediri Segera Dibangun, Ini Syaratnya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 03:24 WIB
Mensos RI Gus Ipul saat mengunjungi SRMA 24 Kediri.
Mensos RI Gus Ipul saat mengunjungi SRMA 24 Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Kabar gembira datang bagi pelajar Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memastikan, proses pembangunan akan langsung dimulai begitu semua persyaratan administrasi dan teknis terpenuhi.

“Pembangunan sekolah insyaallah tahun ini dimulai ya. Mudah-mudahan kalau tanahnya di Kabupaten Kediri clean and clear, insyaallah akan dimulai tahun ini,” ujar Gus Ipul usai meninjau kegiatan belajar di SRMA 24 Kediri, Jumat (10/10).

Menurut dia, pembangunan gedung permanen SRMA Kediri merupakan bagian dari program nasional Sekolah Rakyat yang menjadi gagasan Presiden Prabowo Subianto.

Tahun ini, pemerintah pusat menargetkan pembangunan 104 sekolah rakyat di berbagai daerah di Indonesia.

Nantinya, proyek fisik sekolah akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Presiden sudah meminta kami untuk konsolidasi dan memastikan kesiapan daerah. Yang nanti akan membangun adalah Kementerian Pekerjaan Umum. Tapi tentu syaratnya harus dipenuhi, karena lahan disediakan oleh kabupaten atau kota,” jelasnya.

Selain persoalan legalitas tanah, Gus Ipul menyebut kondisi lahan juga menjadi pertimbangan penting dalam proses pembangunan.

“Artinya kalau surat-suratnya enggak masalah, tanahnya clear and clean, dan tingkat kemiringannya memenuhi syarat, maka akan dibangun tahun ini,” tambahnya.

Sementara itu, kegiatan belajar di SRMA 24 Kediri sudah dimulai sejak 14 Juli lalu. Hingga kini, program berjalan lancar meski sempat diwarnai berbagai penyesuaian pada awal pelaksanaan.

“Sudah berjalan hampir tiga bulan, alhamdulillah kondisinya lancar. Minggu pertama dan kedua memang ada dinamika, tapi semua bisa dilewati dengan baik,” kata Gus Ipul.

Dia menuturkan, para siswa di sekolah rakyat merupakan anak-anak istimewa yang berasal dari berbagai latar belakang keluarga tidak mampu.

Mereka mengikuti pendidikan berasrama yang menanamkan nilai kedisiplinan dan kebiasaan baru.

“Anak-anak kita ini berasal dari lingkungan berbeda-beda, dan mereka perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Tapi sekarang sudah mulai nyaman dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat, lanjut Gus Ipul, merupakan terobosan Presiden Prabowo untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi keluarga yang belum tersentuh pembangunan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lebih dari empat juta anak di Indonesia yang tidak sekolah, belum sekolah, atau berpotensi putus sekolah.

“Ini angka yang cukup besar dan perlu strategi agar mereka punya kesempatan belajar di lingkungan yang berkualitas. Sekolah rakyat adalah wujud perhatian negara untuk keluarga-keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan,” tegasnya.

Dengan segera dibangunnya gedung permanen SRMA 24 Kediri, pemerintah berharap kapasitas sekolah bisa ditingkatkan.

Tidak hanya untuk jenjang SMA, tetapi juga rencananya akan dikembangkan hingga SD dan SMP di tahun-tahun mendatang.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #Mensos RI #Sekolah Rakyat #gus ipul