JP Radar Kediri-Persaingan peserta dalam Grand Ginal Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) 2025 kemarin berlangsung ketat. Diikuti oleh 525 peserta dari eks Karesidenan Kediri, masing-masing mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menaklukkan soal literasi dan numerasi yang disiapkan panitia. Setelah dua jam, panitia berhasil memilih 63 juara dengan nilai tertinggi di masing-masing jenjang dan daerah.
Grand final KKA 2025 diikuti oleh ratusan siswa SD, SMP, dan SMA sederajat dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk. Ada pula peserta dari Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.
Meski kompetisi baru dimulai pukul 07.00, siswa mulai berdatangan di lantai 4
Graha Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bakti Wiyata Kediri sekitar pukul 06.30. Setelah registrasi, siswa langsung mencari kursi tempat duduknya sesuai nomor peserta yang diterima.
“5..,4..,3.., 2..,1.., pengerjaan soal dimulai!” seru Mu’alawi Suarman, panitia dari Lembaga Bimbingan Belajar (Lembimjar) Neutron Yogyakarta, menandai countdown dua jam waktu pengerjaan soal di grand final kegiatan edukatif kemarin.
Di babak final ini, peserta mengerjakan soal dengan kesulitan yang lebih tinggi dari babak penyisihan sebelumnya. “Soalnya lumayan susah untuk matematikanya. Kalau bahasa Indonesia mudah karena saya menguasai,” aku Alena Khansa, salah satu finalis dari SDN 1 Jogomerto, Kabupaten Nganjuk.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Kediri Hery Purnomo mengatakan, KKA merupakan event yang sangat penting. Terutama untuk menyiapkan anak-anak menghadapi TKA sejak dini. “Kemendikdasmen sudah menerapkan TKA. Maka dari itu perlu dipersiapkan sejak dini,” ungkap Hery.
Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad yang kemarin menghadiri awarding berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Kompetisi Kompetensi Akademik 2025. Di babak penyisihan ada lebih dari 5.000 siswa yang antusias mengikuti event yang serupa dengan try out TKA itu.
“Saya yakin yang dihasilkan dari kompetisi ini adalah mereka yang memang layak menjadi juara,” ujar pria yang akrab disapa Kum itu di depan ratusan finalis KKA 2025.
Senada dengan Kum, Kepala Bagian Marketing Lembimjar Neutron Yogyakarta Chusnudi menyebut KKA 2025 merupakan ajang positif yang harus terus dipertahankan. “(KKA) untuk persiapan siswa dalam melaksanakan tes kemampuan akademik. Harapannya semua memperoleh hasil terbaik nantinya,” ujar Chusnudi.
Terpisah, Ketua Panitia KKA 2025 Endro Purwito turut mengapresiasi 525 siswa yang lolos di final. Menurutnya, mereka bisa sampai di tahap tersebut sudah menjadi juara. Sebab, anak-anak itu bisa mengalahkan ribuan peserta di babak penyisihan.
Lebih jauh Endro mengatakan, KKA 2025 bekerja sama dengan Lembimjar Neutron Yogyakarta dan IIK Bhakti Wiyata Kediri. Event tersebut digelar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di eks Karesidenan Kediri.
Dengan penyelenggaraan yang berjalan sukses, Endro berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung event tersebut. Mulai Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri dan Wilayah Nganjuk. Kemudian, Dinas Pendidikan Kota Kediri, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.
Demikian pula Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, Kemenag Kota Kediri, dan Kemenag Kabupaten Nganjuk. Mereka telah menunjukkan komitmennya untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Kediri Raya.
Untuk diketahui, di final Kompetisi Kompetensi Akademik 2025 kemarin peserta juga mendapat sesi character building motivation detection dari Neutron Yogyakarta. Selanjutnya, di puncak acara diumumkan masing-masing tiga pemenang dari tiap jenjang di tiap daerah.
Para juara membawa pulang beragam hadiah menarik. Mulai dari uang tunai, medali, sertifikat, hingga voucher bimbingan belajar di Lembimjar Neutron Yogyakarta.
“Acara seperti ini (Kompetisi Kompetensi Akademik, Red) layak diselenggarakan tahun depan. Karena sangat penting dan bermanfaat untuk kami yang akan bertanding memperoleh jenjang pendidikan lanjutan,” ungkap S. Akbar, juara 1 kategori SMA/MA/SMK Kota Kediri. (*)
Editor : Mahfud