KEDIRI, JP Radar Kediri- Dinas Pendidikan tengah getol melakukan perbaikan puluhan sekolah dasar (SD) yang rusak di Kabupaten Kediri.
Anggaran yang digelontorkan untuk proyek ini tidak sedikit. Angkanya mencapai puluhan miliar rupiah.
Hal ini diamini oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin melalui Kasi Sarpras SD Disdik Kabupaten Kediri Anang Triasmono.
Dia mengatakan, rehab dan pembangunan gedung sarpras SD berasal dari dua sumber. Yakni APBD dan APBN. “Kami ada dua sumber dana,” jelasnya.
Dia mengatakan, pemkab menggelontorkan APBD sedikitnya Rp 8 miliar. Adapun anggaran itu digunakan untuk merehab ruang kelas, toilet, ruang administrasi, dan lainnya.
Tidak hanya merehab, disdik juga membangun toilet, UKS, kelas baru serta perpustakaan. “Jadi kami tidak hanya merehab, namun juga melakukan pembangunan baru,” jelasnya.
Sementara itu, pemerintah pusat menggelontorkan sedikitnya Rp 28 miliar. Perbaikan ini menyasar sekitar 33 SD negeri dan 2 SD swasta.
Pekerjaannya seperti yang dilakukan disdik. Berupa rehab bangunan serta pembangunan unit baru. “Pekerjaannya kurang lebih sama. Namun anggarannya dari APBN,” jelasnya.
Dia mengatakan, adapun pekerjaan rehab dan pembangunan itu sudah berlangsung sejak awal tahun.
Saat ini sebagian besar sudah rampung. Tinggal beberapa yang sedang berproses. “Ini sudah jalan. Tinggal nunggu selesainya. Paling lambat Desember nanti harus sudah selesai,” jelasnya.
Lantas berapa anggaran untuk tahun depan? Anang mengaku masih menunggu. Namun, dia mengaku telah mengajukan sedikitnya 100 sekolah untuk dilakukan rehab maupun pembangunan.
“Usulan ada 100. Tapi biasanya antara usulan dengan realisasi tidak sama. Bisa lebih sedikit,” tandas Anang.
Editor : Andhika Attar Anindita