Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Literasi Jadi Momok, Tetap Optimistis untuk Masuk Final KKA 2025

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 16 September 2025 | 22:26 WIB

 

Siswa SD Muhammadiyah 1 Trenggalek fokus mengerjakan soal literasi dalam Kompetisi Kompetensi Akademik region 3 kemarin. Mereka optimistis bisa masuk babak final.
Siswa SD Muhammadiyah 1 Trenggalek fokus mengerjakan soal literasi dalam Kompetisi Kompetensi Akademik region 3 kemarin. Mereka optimistis bisa masuk babak final.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Menyusul peserta di region 1 dan 2, siswa di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan sebagian Kediri mengikuti babak penyisihan Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) kemarin. Para siswa terlihat antusias mengerjakan soal-soal yang formatnya disesuaikan dengan format tes kemampuan akademik (TKA) itu. Meski soal literasi menjadi momok, tidak sedikit siswa yang optimistis masuk babak final.

Termasuk siswa dari Muhammadiyah 1 (Mutu) Trenggalek. “Alhamdulillah saat login semua berjalan lancar. Tak ada satu menit siswa sudah bisa masuk ke halaman soal,” kata Kepala SD Muhammadiyah 1 Trenggalek Junianto.

Start yang mudah itu menurut Junianto membuat anak-anak antusias mengerjakan soal. Terutama mereka yang sudah sering bergulat dengan soal-soal olimpiade.

Meski tingkat kesulitan soal KKA jauh di atas rata-rata, anak-anak justru semangat mengerjakannya. “Tiga puluh lima siswa kami yang ikut (KKA) background-nya adalah anak olimpiade. Saya yakin 90 persen dari SD Mutu bisa masuk grand final,” lanjutnya percaya diri.

Apalagi, menurut pria yang akrab disapa Juni itu siswanya sudah bersiap lebih dari sebulan lalu. Para guru latihan mengerjakan soal bersama-sama. Selanjutnya, mereka juga mengikuti bimbingan belajar (bimbel) dari kelas olimpiade, hingga bimbingan di luar.

Dengan persiapan itu, siswa menganggap soal-soal kemarin relatif mudah. Meski, diakuinya untuk soal literasi masih menjadi momok. Anak-anak harus membaca berulang kali sebelum menentukan jawabannya.

Senada dengan Junianto, Muhammad Abdul Malik, kepala MIN 6 Tulungagung menyebut siswa memang mengeluh terkait soal literasi. Anak-anak harus teliti dan membaca berkali-kali sebelum menjawab soal demi soalnya.

“Dari keterangan siswa soal literasi ini perlu ketelatenan dalam membaca. Sedangkan kendalanya terkadang siswa malas untuk membaca,” terangnya.

Meski demikian, Malik yakin 50 persen siswanya bisa lolos ke babak final. Sebab, seperti halnya SD Mutu Trenggalek, siswa dari MIN 6 yang ikut KKA juga langganan peserta olimpiade.

Seperti diberitakan, babak penyisihan yang berlangsung secara online digelar mulai 1 - 17 September. Babak penyisihan itu dibagi ke dalam tiga region. Nantinya, peserta yang lolos akan kembali berkompetisi di babak grand final yang dijadwalkan digelar pada 2 Oktober mendatang. (la/ut)

 

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#literasi #kediri #KKA #trenggalek #tka #tulungagung