JP Radar Kediri- Penyaluran makan bergizi gratis (MBG) di Kota Kediri tersendat. Ribuan pelajar dari berbagai tingkatan pendidikan sudah tak menerima kiriman sejak beberapa hari terakhir. Mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Berdasar penelusuran Jawa Pos Radar Kediri, pengiriman paket MBG di sekolah-sekolah tersebut sudah terhenti sejak Senin (8/9). Total siswa yang tidak mendapatkan kiriman paket makan gratis itu mencapai tiga ribuan orang.
“Sudah enggak berjalan Kak beberapa hari ini. Semua nggak dapat (MBG),” aku Dio-bukan nama sebenarnya-siswa dari SMAN 8 Kota Kediri. Sekolah di dekat Stadion Brawijaya Kediri ini adalah salah satu yang terhenti suplai MBG-nya.
Mitha, pelajar di sekolah yang sama, mengatakan bahwa MBG di sekolahnya sudah berjalan lama. Namun saja sejak seminggu terakhir dia dan teman-temannya tidak lagi menerima paket makanan. Dia tak tahu apa yang menyebabkan hal tersebut.
“Diinformasikannya kurang lebih untuk MBG diberhentikan terlebih dahulu sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kurang lebih seperti itu dan disampaikannya melalui grup ketua kelas. Lalu ketua kelas menyampaikan informasi tersebut melalui grup kelas,” ujarnya menceritakan alur informasi yang mereka terima.
Tersendatnya penyaluran MBG di beberapa sekolah tersebut dibenarkan oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri. Khusus untuk jenjang SMA, hanya SMAN 8 Kediri yang terhenti.
“Di SMAN 8 hanya diberitahukan (MBG) berhenti sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Infonya cuma seperti itu,” ungkap Kasi SMA dan PK-PLK Chairul Effendi.
Masih menurut Chairul, distribusi makan gratis tersebut berhenti sejak Senin lalu. Terkait alasannya, dia tak tahu detailnya. Begitu pula pihak sekolah yang menurutnya hanya mendapat pemberitahuan. Pemberitahuan itulah yang kemudian diteruskan kepada siswa.
Berdasarkan catatan cabdindik, ada enam SMA di Kota Kediri yang menerima alokasi MBG. Yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 7, SMAN 8, dan SMAS Muhammadiyah.
Selain yang di bawah cabdindik, beberapa sekolah di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan Kota Kediri juga mengalami hal serupa. Sedikitnya ada enam satuan pendidikan penerima manfaat yang merasakan hal itu. Yaitu TK Salma Insani, TK ABBA VII, SMP Al Huda, serta SDN Ngadirejo 1, 2, dan 3.
“Informasinya berhenti sementara. Tetapi berhenti sementara karena apa, dan sampai kapan, kami kurang tahu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan.
Anang menambahkan, satuan pendidikan tersebut sudah menerima MBG sejak beberapa bulan terakhir. Namun saat ini penyalurannya berhenti sementara karena dapur yang tidak berproduksi.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang digali JP Radar Kediri, penyebab masalah itu diperkirakan ada kendala di internal dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menyebabkan satu dapur tidak berproduksi untuk sementara waktu.
Sayangnya, saat dikonfirmasi koran ini, kepala SPPG yang bersangkutan belum memberikan respons. Begitu pula dengan Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Kediri Armeityansyah yang juga belum merespons pesan dan panggilan koran ini hingga berita ini diterbitkan. (*)
Editor : Mahfud