Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sekolah di Kediri Kebut Inventarisasi Sarpras untuk Persiapan Tes Kemampuan Akademik 2025

Ayu Ismawati • Selasa, 9 September 2025 | 05:05 WIB
PULANG SEKOLAH: Ilustrasi siswa SMAN 1 Kediri sepulang sekolah.
PULANG SEKOLAH: Ilustrasi siswa SMAN 1 Kediri sepulang sekolah.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Dua bulan jelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang akhir SMA/sederajat, sekolah mulai mempercepat proses inventarisasi sarana dan prasarana (sarpras).

Khususnya komputer yang menjadi kebutuhan sarpras utama untuk melaksanakan TKA. Meski bersifat tak wajib, banyak orang tua yang meminta anak-anaknya untuk mengikuti tes tersebut.

Hal itu sebagaimana yang diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Kediri Arif Syah Putra.

Berdasarkan petunjuk teknis (juknis), sertifikat hasil TKA itu akan menjadi validator untuk seleksi masuk perguruan tinggi jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Namun, muncul kekhawatiran dari orang tua jika hasil TKA itu juga akan digunakan sebagai pertimbangan di seleksi lainnya. Termasuk dari perusahaan.

“Takutnya sertifikatnya nanti tidak hanya untuk SNBP, tetapi yang lainnya juga diminta. Misalkan ketika anak ingin masuk ke sekolah kedinasan atau mungkin juga di dunia kerja. Ketika itu nanti diminta, otomatis kalau nggak ikut kan eman-eman,” ujarnya.

Sehingga menurutnya hingga kemarin, mayoritas siswanya sudah mendaftar untuk mengikuti TKA yang akan digelar awal November mendatang. Sembari menunggu pelaksanaannya, sekolah mulai melengkapi sarpras.

“Kemarin kami sudah mulai berbenah karena waktunya tinggal sedikit. Oktober itu sudah mulai simulasi-simulasi sampai dengan November pelaksanaan. Jadi kami mulai identifikasi laboratorium komputer yang sebelumnya juga dipakai UNBK,” beber guru yang secara definitif menjabat Kepala SMAN 1 Mojo itu.

Untuk memenuhi kebutuhan seluruh siswa di jenjang akhir, menurutnya setiap sekolah punya sarpras yang berbeda-beda.

Dengan pelaksanaan TKA yang dibagi dalam tiga sesi, menurutnya bisa membantu sekolah dengan jumlah komputer yang terbatas.

“(Dengan sarpras yang ada sekarang) Insya Allah masih cukup untuk dua atau tiga sesi,” ungkap Arif kepada media ini.

Seperti diberitakan, pelaksanaan TKA perdana yang akan digelar November mendatang itu sudah memasuki tahap pendaftaran.

Pendaftaran untuk TKA jenjang SMA/SMK/sederajat itu dibuka mulai 24 Agustus – 5 Oktober.

Nantinya, TKA itu akan digelar hanya satu kali untuk diikuti siswa dari tingkatan akhir di setiap jenjang pendidikan.

Berdasarkan regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekolah paling tidak harus memiliki komputer sejumlah sepertiga dari jumlah peserta TKA untuk bisa menyelenggarakan tes tersebut.

Praktis sekolah diminta melengkapi kebutuhan sarpras hingga paling lambat pada bulan Oktober mendatang.

“Hasil TKA nanti akan menjadi validator untuk memvalidasi nilai rapor. Nanti misalnya nilai rapor tinggi, tentu harusnya hasil TKA-nya juga baik. Jadi untuk validator nilai rapor, sesuai atau tidak, atau kah bertolak belakang,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno melalui Kasi SMA dan PK-PLK Chairul Effendi terkait sertifikat hasil TKA yang dipakai untuk seleksi SNBP perguruan tinggi.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #sekolah #Tes Kemampuan Akademik 2025