KEDIRI, JP Radar Kediri- Berbagai persiapan terus dilakukan lembaga SMA jelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) November mendatang.
Salah satunya dengan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung. Untuk bisa melaksanakan TKA, sekolah setidaknya harus memiliki sarana dan prasarana (sarpras) berupa komputer.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri Adi Prayitno melalui Kasi SMA dan PK-PLK Chairul Effendi mengatakan, pelaksanaan TKA nanti akan mirip seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sehingga, komputer menjadi kebutuhan sarpras yang bersifat mutlak.
“Persiapan sekarang sekolah sudah mulai pendataan sarpras. Mendata berapa komputernya yang dimiliki, mana yang rusak, berapa yang bisa dipakai,” ujar Chairul.
Melalui pendataan itu, diharapkan sekolah sudah bisa mempersiapkan ketersediaan sarprasnya jauh-jauh hari.
Selain itu, berdasarkan regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekolah paling tidak harus memiliki komputer sejumlah sepertiga dari jumlah peserta TKA untuk bisa menyelenggarakan tes tersebut.
“Ditambah nanti untuk komputer cadangan,” ucapnya. Bagaimana dengan sekolah yang belum mencukupi jumlah tersebut?
Menurutnya sekolah harus berupaya melengkapi. Aturan itu juga terkait pelaksanaan TKA yang hanya dilaksanakan satu kali dan dibagi dalam tiga sesi.
Chairul mengatakan dengan sisa waktu dua bulan ke depan, masih ada waktu bagi lembaga pendidikan untuk mempersiapkan sarpras penunjang TKA.
“Nanti mungkin berupaya pada hari-H pinjam di sekolah lain. Misal di jenjang SMP kan belum (belum dilaksanakan tahun ini, Red), nanti bisa pinjam di SMP, atau sewa, atau mungkin mulai sekarang pengadaan,” beber Chairul.
Untuk diketahui, TKA untuk jenjang SMA akan digelar pada awal November mendatang. Pendaftarannya pun sudah dibuka sejak 24 Agustus lalu hingga 5 Oktober mendatang.
Chairul mengatakan meski TKA bersifat tidak wajib, namun dinas pendidikan mendorong agar seluruh siswa mengikuti.
Apalagi yang ingin mendaftar di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi atau Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Hasil TKA nanti akan menjadi validator untuk memvalidasi nilai rapor. Nanti misalnya nilai rapor tinggi, tentu harusnya hasil TKA-nya juga baik,” ungkapnya.
Jelang pelaksanaan TKA, Chairul mengatakan sekolah-sekolah juga mulai bersiap. Baik dari aspek kesiapan sarpras maupun dari siswanya.
Beberapa sekolah juga sudah mulai melaksanakan bimbingan atau latihan soal intensif untuk mempersiapkan siswa kelas XII dalam menghadapi TKA November nanti.
Editor : Andhika Attar Anindita