JP Radar Kediri - Ribuan pelajar SMA/sederajat di Kota dan Kabupaten Kediri berhasil taklukkan soal Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) di babak penyisihan kemarin (3/9). Dalam waktu 120 menit, para pelajar itu berhasil melibas soal-soal yang telah disusun oleh Lembaga Bimbingan Belajar (Lembimjar) Neutron Yogyakarta.
Bagi mereka, keikutsertaan di kompetisi itu sekaligus bisa menjadi sarana latihan menyambut pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Rencananya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar TKA November mendatang.
Di antara ribuan peserta yang mengikuti babak penyisihan kemarin adalah pelajar SMA Negeri 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur. Berada di lingkungan sekolahnya, ratusan pelajar fokus mengerjakan soal yang mereka akses melalui gawai masing-masing.
Untuk diketahui, dalam babak penyisihan KKA tahun ini, siswa mengerjakan soal secara online. Soal-soal tersebut tersedia dengan mengakses tautan di https://cbt.neutron.co.id.
Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Eko Agus Suwandi melalui Waka Kurikulum Jito mengatakan, ada 255 siswanya yang mengikuti babak penyisihan KKA 2025. Mayoritas merupakan pelajar kelas XII. Sehingga, momentum kompetisi ini bisa sekaligus menjadi sarana siswa latihan menghadapi TKA pada November mendatang.
“Anak-anak mengikuti KKA ini cukup antusias dan semangat sekali. Karena dengan mengikuti KKA ini, mereka akan mengetahui kekuatan dan kekuatan daripada mapel (mata pelajaran) masing-masing yang diikuti,” ujarnya, ditemui di SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur kemarin.
Ratusan siswa tersebut mengikuti babak penyisihan untuk jenjang SMA/SMK/MA yang digelar untuk Region 1. Yakni, meliputi Kota Kediri dan Kabupaten Kediri. Dalam kurun waktu pukul 08.00 - 11.00, peserta bisa langsung mengikuti babak penyisihan dengan mengakses soal dan lembar jawaban online melalui perangkat gawai masing-masing.
Ada lima mata pelajaran yang diujikan. Yakni, matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan dua mata pelajaran pilihan. Jito mengatakan dengan mengetahui seberapa jauh kemampuan akademik siswa, diharapkan bisa menjadi pertimbangan dalam evaluasi dan langkah pendidikan siswa ke depannya.
“Alhamdulillah nggak banyak kendala. Hanya ada beberapa siswa yang keliru waktu menginput token. Mungkin salah kombinasinya. Selebihnya lancar,” sambungnya bersyukur dengan pelaksanaan babak penyisihan yang relatif lancar kemarin.
Di sisi lain, Jito juga mengapresiasi pelaksanaan KKA yang bisa menjadi sarana siswa berlatih menghadapi TKA. Hal itu sejalan dengan prinsip sekolah yang mendorong siswa mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan TKA pada November mendatang.
“Semua anak-anak kelas XII memang kami imbau untuk ikut. Karena ini kesempatan yang tidak akan datang dua kali untuk persiapan TKA. Itu yang terpenting,” tandasnya.
Untuk diketahui, babak penyisihan yang berlangsung secara online digelar mulai 1 - 17 September. Babak penyisihan itu dibagi dalam tiga region. Nantinya, peserta yang lolos akan kembali berkompetisi di babak grand final yang dijadwalkan digelar pada 2 Oktober mendatang.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira